Latest Post

Tampilkan postingan dengan label #TrenSosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #TrenSosial. Tampilkan semua postingan

Lima hal yang perlu diketahui soal demonstrasi 'tangkap Ahok' 4 November

Written By Natla on Jumat, 04 November 2016 | 20.48

Aksi unjuk rasa 'tangkap Ahok' yang rencananya akan dilakukan Jumat pekan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kami merangkum segala yang perlu Anda ketahui tentang rencana aksi ini.

1. Demonstrasi tentang apa?

Diklaim sebagai 'aksi bela Islam II', unjuk rasa ini utamanya menuntut Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena dianggap ''menistakan agama, menodai Alquran, melecehkan ulama, dan menghina umat Islam'' - sebuah tuduhan yang masih diselidiki oleh kepolisian.

Tudingan itu terkait ucapan Ahok di sebuah acara, bahwa sebagian orang pasti tak akan memilihnya karena ditipu (oleh politisi) dengan (menggunakan) Al-Maidah ayat 51.
Ahok telah meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya tidak berniat melecehkan ayat suci Alquran.

Aksi unjuk rasa akan dilakukan siang hari dengan menggelar arak-arakan dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara. Belum jelas berapa jumlah pasti yang berpartisipasi, namun diperkirakan lebih besar dari yang sebelumnya.
Dari poster yang beredar, peserta dihimbau untuk membawa bekal untuk mengantisipasi kemungkinan menginap.

2. Siapa yang berpartisipasi?

Banyak pihak khawatir aksi ini akan berlangsung ricuh dan rawan ditunggangi kepentingan lain, namun penyelenggara seperti dikutip berbagai laporan menyebut unjuk rasa akan berlangsung damai tanpa kerusuhan.

Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan aparat polisi dan TNI bersikap profesional dalam mengamankan demo itu.

3. Siapa yang tidak ikut serta?

Baik Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi tersebut namun tidak juga menganjurkan anggotanya ikut dalam aksi.
Dalam pernyataan sesudah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara Selasa (01/11), pimpinan NU dan Muhammadyah menyatakan mereka tak bisa melarang anggota yang ingin terlibat, namun menyerukan untuk tidak membawa atribut organisasi.
''Kami tidak menghimbau warga Muhammadiyah melakukan demonstrasi pada 4 November. Kami menghormati saudara-saudara kami memutuskan untuk berdemonstrasi, tetapi harus dilakukan dengan cara damai. Jauhkan tindakan-tindakan anarkis,'' kata Ketua PP Pemuda Muhammadiya.
Muhammadiyah, kata Danhil, adalah salah satu organisasi pertama yang melaporkan Ahok ke polisi atas tuduhan penistaan agama, namun merasa penyelesaian kasus itu harus ditempuh dengan jalur hukum, bukan dengan pengerahan massa.
Sementara itu NU dalam pernyataannya meminta ''seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara proaktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan''.

4. Bagaimana berdebatannya?


''Kasus Ahok ini hanya gunung es. Di bawahnya memang ada bongkahan sentimen yang telah mengendap. Lebih dari soal mulut Ahok dan ayat Al-Maidah,'' kata @savicali dalam akun Twitternya.
Beberapa orang, menganjurkan untuk tidak ikut-ikutan dan menyaksikan saja dari rumah.

5. Apa yang dimaksud 'Jihad Konstitusional'?

Penyelenggara menyebut aksi ini sebagai 'Jihad Konstitusional'. Tapi apa artinya?
Walau mirip, istilah ini berbeda dengan istilah 'Jihad Konstitusi' yang telah lama dijalankan oleh Muhammadiyah.
Danhil Azhar dari Muhammadiyah mengatakan bahwa 'Jihad Konstitusi' versi mereka adalah gerakan untuk menguji undang-undang yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
''Ini sudah lama sekali sejak era Din Syamsudin sebagai gerakan hukum,'' jelasnya.
''Kami menyiapkan tim ahli hukum, ekonomi, minerba, untuk mengkaji undang-undang mana yang merugikan kemudian kita ajukan uji materi ke Mahkamah Agung. Ini langkah hukum secara formal, bukan yang lain.''
Sementara itu istilah 'Jihad Konstitusional' yang dicetuskan oleh ormas-ormas peserta aksi 4 November tampaknya baru mulai digunakan akhir-akhir ini.
Dalam pernyataannya, FPI mengatakan bahwa jihad konstitusional adalah, ''aksi penegakan hukum, bukan aksi SARA, atau pun aksi politik Pilkada'' namun tidak menjelaskan lebih lanjut maksudnya.


'Lebaran Kuda' SBY yang mendadak populer di Twitter

Mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar pertemuan dengan wartawan, Rabu (02/11), menanggapi situasi terbaru terkait desakan penangkapan gubernur Jakarta dan rencana aksi unjuk rasa 4 November dan beberapa isu lain seperti aset kekayaan dan hibah rumah dan tanah dari negara.
Namun, tampaknya yang menjadi perhatian pengguna media sosial adalah hal yang sama sekali tak terkait.
Ya, Anda tak salah baca. 'Lebaran Kuda' menjadi topik populer di Twitter hari ini dengan lebih dari 10.000 kicauan. Ini diambil dari kutipan SBY yang menyebut, ''kalau tuntutannya (para pengunjuk rasa Jumat nanti) tidak didengar, sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa.''
Banyak media kemudian mengambil kutipan ini sebagai judul berita dan pengguna media sosial mulai membicarakannya. Sebagian menghubungkannya dengan aksi naik kuda Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Senin (31/10) lalu.
''Pak SBY sebut-sebut lebaran kuda. Pasti sedih karena kemarin gak diajak naik kuda,'' kata @naoimitobing di Twitter.
Tapi ternyata bukan kali ini saja SBY menyebut istilah 'Lebaran kuda'. Seperti dikutip antaranews.com, SBY pernah mengungkapkan istilah itu ketika berkomentar tentang sepak bola Indonesia pada 2014 lalu. Pada 2011, SBY juga pernah menggunakan frasa 'Lebaran kuda' untuk mengomentari ekonomi Indonesia.
"Ekonomi luar Jawa harus naik melalui investasi dan perdagangan. Kalau kita cuma menjalankan business as usual atau begini-begini saja dan tak ada upaya, maka sampai lebaran kuda tak akan tercapai," katanya seperti dikutip detik.com.
Komentar-komentar lucu mengalir di Twitter. Pengamat politik Yunarto Wijaya mengusulkan 'Lebaran kuda' jadi libur nasional....

Tentu ada banyak akun anonim yang kemudian meramaikan momen ini dengan membuat meme-meme dan menghubungkannya dengan isu penistaan agama. "Coba bayangkan jika istilah 'lebaran kuda' diucapkan oleh Ahok. Narasi jahat apa lagi yang akan dimainkan oleh mereka?" tulis akun @habibthink.
Lainnya, mendudukan topik ini dengan pendekatan yang lain...
Satu pertanyaan lagi yang tampaknya ditanyakan berkali-kali di Facebook dan Twitter adalah, "kalau Lebaran Kuda ada THR (Tunjangan Hari Raya) nggak sih?" kata banyak pengguna Facebook.

Kontroversi mahasiswa UI yang tolak Ahok: 'Tabu' bicara SARA Padahal Kafir Bukanlah SARA

Written By Natla on Jumat, 09 September 2016 | 20.32

Langkah mahasiswa Universitas Indonesia yang membuat video penolakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena 'kafir' dianggap pengamat pendidikan sebagai satu hal yang salah karena 'tabu' membicarakan SARA secara terbuka di Indonesia.

Ahok sendiri dalam menanggapi sanksi lisan Universitas Indonesia terhadap Boby Febri Krisdiyanto dan  menganggap langkah itu tidak cukup karena apa yang ia sebut Kafir Bukanlah Rasial.


Sebelumnya UI menegaskan video Boby yang menghimbau agar masyarakat tidak memilih Ahok pada Pilkada 2017, Tidak bersifat ilegal, karena Agama Islam Melarang secra tegas Pemimpin Non Muslim.
.

Tanggapan UI

Alasan menolak dari sisi lain selain SARA, tambah Arief, seperti misalnya bahasa yang kasar, bisa dilontarkan.
"Jangan pilih pemimpin yang kasar karena bahasanya....kita bisa menilai karena tak santun misalnya, itu bisa diungkapkan. Tapi bila karena rasnya berbeda tak bisa diterima di Indonesia," kata Arief yang juga seorang penatar Pancasila.
Humas UI Egia Tarigan mengatakan kepada BBC Indonesia teguran lisan yang ditetapkan kepada Boby "telah sesuai prosedur pelanggaran tata tertib" namun menyatakan tetap menampung "masukan dan aspirasi dari masyarakat termasuk dari Pak Ahok." Egia juga mengatakan berdasarkan Majelis Wali Amanat UI, pelanggaran peraturan tata tertib ini dapat dikenai sanksi maksimal dikeluarkan dari universitas.
Berbagai komentar melalui sosial media menanggapi tanggapan Ahok ini juga mengangkat isu rasisme mahasiswa itu.
Akun atas nama Mimi Mikha melalui Facebook BBC Indonesia menulis, "Model kayak gini bahaya kalau jadi pemimpin...rasis gak ada tempat di NKRI," sementara Abe Fendy mengatakan, "Kenapa harus dikecam? Namanya juga demokrasi?" dan ditanggapi singkat Arie Julian Danuatmadja dengan, "Rasis woy dia rasis."
Dalam video dengan latar Rektorat UI di Depok, Boby, mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Universitas Indonesia mengatakan, "Ahok bukan hanya sekedar kafir, tapi dia juga menzalimi masyarakat."

Perdebatan soal kafir

Namun video tolak Ahok dalam akun Facebook Gema Pembebasan bukan hanya dari Boby namun juga dari Febi Rizki Rinaldi dari Universitas Negeri Jakarta yang juga menyebut alasan 'kafir' di balik penolakan.

Benarkah BNN dan polisi terima ratusan miliar dari Freddy Budiman?

Written By Natla on Jumat, 29 Juli 2016 | 20.07

Sebuah tulisan dari pegiat HAM, yang banyak dibagikan di media sosial, mengungkap tuduhan suap ratusan miliar yang dilakukan terpidana mati narkoba kepada Badan Narkotika Nasional dan pejabat Mabes Polri.
Dalam tulisan itu, Haris Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) memaparkan perbincangannya dengan terpidana mati narkoba Freddy Budiman yang terjadi pada 2014 lalu.
Freddy dalam tulisan itu dikutip mengatakan, "Dalam hitungan saya, selama beberapa tahun kerja menyeludupkan narkoba, saya sudah memberi uang 450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih 90 milyar ke pejabat tertentu di Mabes Polri."

Koordinator Kontras itu juga menulis kesaksian Kepala Lapas Nusakambangan saat itu Sitinjak yang menyebut bahwa dirinya "diminta pejabat BNN agar mencabut dua kamera yang mengawasi Freddy Budiman."
Bisakah tuduhan ini ditelisik kebenarannya?
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Agus Riyanto mengatakan pihaknya sulit menelisik kebenaran tuduhan ini karena terpidana sudah dieksekusi dan tidak ada informasi apa pun terkait nama-nama penerima uang.
"Informasi seperti ini harusnya disampaikan kepada pihak yang berkompeten termasuk Polri supaya bisa segera kita tindaklanjuti dan telusuri. Jika sekarang baru muncul sementara mereka yang terkait sudah meninggal, ke mana kita mau cek dan telusuri?" katanya pada wartawan BBC Indonesia Christine Franciska.
"Kecuali ada namanya, terima berapa, kalau tidak ada namanya masa 400.000 polisi mau ditelusuri?" lanjut Agus.
Dia juga mempertanyakan motif Haris yang menerbitkan tulisan itu menjelang eksekusi, bukan pada 2014 ketika dia bertemu Freddy.
Sementara itu, BNN dalam pernyataan resminya meminta Haris Azhar "membuktikan yang diungkapkan Freddy Budiman dalam kesaksiannya" dan menyatakan akan "memberikan sanksi yang tegas dan keras" jika ada oknum BNN yang terbukti melancarkan bisnis narkoba Freddy Budiman.

'Harus direspons'

Freddy Budiman adalah satu dari empat terpidana narkoba yang dieksekusi di Nusakambangan, Jumat (29/07) dini hari. Dia divonis bersalah lantaran menyelundupkan 1,4 juta pil ekstasi dari Cina pada 2011.
Wakil ketua koordinator Kontras, Puri Kencana Putri, mengatakan pemerintah harus segera merespons temuan Kontras ini. "Saya yakin temuan-temuan ini sudah banyak ditemukan di luaran sana, ini mungkin sudah jadi rahasia umum bahwa ada keterlibatan oknum, tetapi yang dikejar hanya aktor-aktor bawahnya."
"Jaksa Agung mengatakan kita tetap istiqomah melawan narkoba. Ngaca dulu deh, yang dilakukan aparat keamanan itu, apa yang terjadi."
Haris Azhar dalam tulisannya mengatakan dia bertemu Freddy Budiman pada 2014 lalu dengan undangan dari sebuah organisasi gereja yang aktif melakukan pendampingan rohani di Lapas Nusa Kambangan. "Melalui undangan ini, saya berkesempatan untuk bertemu dengan sejumlah narapidana."
Sejumlah pengguna di media sosial menulis bahwa cerita semacam ini sudah jadi rahasia umum. "Ironis," kata satu pengguna. Lainnya menulis, "preman berseragam itulah Indonesia."
Sebagian meragukan kesaksian itu. "Kalau benar mana bukti-bukti otentiknya? Sebutkan nama oknum-oknum pelaku dan penerima dana tersebut. Kalau hanya sekedar tulisan siapapun bisa menulis dan klaim," kata Jimz Fritzsonda dalam sebuah unggahan di Facebook.

Salah ketik 'Komisi Perlindungan Korupsi', sabotase dari dalam

Written By Natla on Sabtu, 11 Juni 2016 | 21.52

#TrenSosial: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan insiden salah ketik surat Kemendagri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditulis 'Komisi Perlindungan Korupsi' adalah sabotase dari dalam.
Melalui akun Twitternya, Tjahjo Kumolo menulis, "Baru semalam saya mencari tahu langsung kebenarannya, dan benar ada sabotase dari dalam," dan menambahkan pegawai yang bersangkutan telah dipecat dari kementerian secara tidak hormat.
"Tindakan pemecatan tersebut sbg efek jera, jangan sampai ada staf Kemendagri yg main-main sabotase spt itu. #InsidenSurat," tulis Tjahjo.
Ia juga mengatakan telah menulis surat resmi kepada KPK berisi permintaan maaf.
Komisi Perlindungan Korupsi menjadi topik populer di Twitter Kamis (09/06) dan disinggung sekitar 6.000 kali.
Bebagai komentar terkait posting Twitter Tjahjo termasuk dari Teguh Hermanto yang menulis, "Jangan dipecat lah pak... minimal diangkat jadi duta kejujuran gitu," dan Arief Khoruddin yang menulis, "Mumpung lagi punya kuasa ya pak, maen pecat aja tanpa peringatan dulu."
Komentar lain dari akun Cerah Berawan ‏@ganangismail15, "Kalau baru sekali mah gak papa pak... kasih SP2 dulu, jangan asal mecat."
TwitterImage copyrightTWITTER

Bukan PNS

Langkah disipliner terhadap pegawai negeri memiliki prosedur tersendiri, menurut Herman Suriatman Kepala Biro Hukum, Komunikasi, Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, namun "bobot pelanggaran disiplin menjadi ranah pejabat berwenang. "
tjahjoImage copyrightOKEZONE.COM
Image captionTjahjo juga mengatakan telah mengirim surat resmi kepada KPK.
"Untuk soal salah ketik undangan Kemendagri lebih pada kelalaian petugas yang mengetik dan mengirim undangan... kita bisa merujuk PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, lalai dalam melaksanakan tugas dan tentu tergantung pelanggarannya," kata Herman.
Herman mengatakan prosedur yang biasa dilakukan adalah memeriksa yang bersangkutan, diperiksa motifnya, dan disusun kronologi kejadian dan baru disimpulkan pelanggaran disiplin ringan dalam bentuk teguran, sedang dalam bentuk pengurangan pangkat dan gaji dan berat sampai pada pemberhentian."
Kepala Humas Kemendagri, Dodi Riatmaji, kepada BBC mengatakan pegawai yang bersangkutan 'bukan PNS' namun akan diteliti keterlibatan PNS dalam kasus ini.
"Di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dulu baru diberhentikan... korbannya bukan PNS kebetulan. Langkah selanjutnya mendalami keterlibatan PNS," tulis Dodi dalam pesan pendek kepada BBC Indoensia.

Selama Ramadan ratusan bus 'SubhanAllah' meluncur di Inggris

Written By Natla on Minggu, 15 Mei 2016 | 17.43

Ratusan bus akan dipasangi tulisan SubhanAllah selama bulan Ramadan di London dan empat kota lain sebagai upaya untuk menggalang dana dan "mengubah iklim negatif" pada komunitas lain di Inggris.

Di London, bus-bus dengan tulisan 'Subhanallah' akan mulai dapat dilihat bulan ini dan dilanjutkan di empat kota lain, menurut penggagas acara ini, badan amal Islamic Relief.

"Pada tanggal 23 Mei akan terpasang di 180 bus di London selama dua minggu, dan kemudian akan dipasang lagi dua minggu berikut menjelang akhir Ramadan dan 460 lagi di Birmingham, Manchester, Leicester dan Bradford," kata Safiya Sayed Baharun dari Islamic Relief kepada BBC Indonesia.
Sementara Imran Madden, direktur Islamic Relief menyatakan tujuan kampanye ini untuk mengubah apa yang ia sebut "iklim negatif" bagi komunitas Muslim Inggris.

"Kampanye ini bisa disebut upaya perubahan iklim karena kami ingin mengubah kampanye negatif terkait bantuan internasional dan juga di seputar komunitas Muslim di negara ini. Bantuan internasional berhasil mengurangi jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan dalam 15 tahun terakhir menjadi setengah," kata Madden.

Sumbangan lebih £100 juta warga Muslim

Image caption Masjid di Inggris dibuka setiap tahun untuk warga yang ingin berkunjung.
"Muslim di Inggris sangat murah hati dan menyumbangkan lebih dari £100 juta untuk badan amal internasional selama Ramadan," tambahnya.
Madden mencontohkan upaya "Kue untuk Suriah" yang dilakukan oleh lebih dari 1000 sukarelawan yang berkeliling menjual kue pada "saat puasa dengan waktu yang lama."
"Proyek ini telah menggalang dana £500.000 dalam tiga tahun terakhir," tambahnya.
"Kami ingin merayakan fakta bahwa kemiskinan ekstrem berhasil dikurangi menjadi setengah dengan peluang selama Ramadan untuk memberikan lebih kepada mereka yang membutuhkan."
Data yang dikeluarkan pada Januari 2016 oleh Badan Nasional Statistik (ONS) menunjukkan jumlah penduduk Muslim di Inggris untuk pertama kalinya menembus angka tiga juta.

#TrenSosial: Anak delapan tahun di Inggris menghafal Quran sambil bantu anak-anak Suriah

Written By Natla on Kamis, 05 Mei 2016 | 03.20

quranSeorang anak berusia delapan tahun di Inggris mendapatkan ribuan pengikut atau followers di Inggris setelah menghafal Quran.
Maariya Aslam yang tinggal di Luton, Inggris, mulai menghafalkan Quran sejak usia lima tahun dan menghafalkannya dalam waktu dua tahun.
Upaya menghafal Quran dilakukan sambil menggalang dana untuk anak-anak di Suriah dan terkumpul sekitar £3.500 (Rp67 juta).
Akun Facebooknya diikuti oleh sekitar 11.000 orang dalam waktu sekitar empat bulan.
Ibunya menulis di akun Facebook anak delapan tahun ini, "Maariya membuat kami sangat bangga sebagai orang tua. Semoga semua orang yang tersentuh, ikut mendoakan agar dia tetap menjadi contoh bagi jutaan anak-anak di seluruh dunia dan tetap menonjol dalam mempelajari Islam."
Image captionIbu Maariya memohon bagi orang yang tersentuh membaca beritanya ikut mendoakan dia tetap menjadi contoh.
"Kami sangat berterima kasih kepada setiap orang yang suka dengan laman (Facebook) kami. Untuk mendapatkan lebih dari 10.000 suka atau like dalam kurang dari empat bulan merupakan capaian besar dan menunjukkan bagaimana Hafiza Maariya menjadi inspirasi."
Sejumlah komentar tentang Maariya melalui Facebook BBC Indonesia antara lain dari Erdyanto Dwi Nugroho yang menulis, "Mudah-mudahan besarnya menjadi orang yang dibanggakan oleh masyarakatnya sana. Dan dia bakalan menjadi wajah baru orang muslim Inggris yang mulai moderat dari tahun ke tahun."
Sementara Haniheni Heni menulis singkat, "Mulia sekali hatimu dik."

#TrenSosoal: Perlukah negara Indonesia meminta maaf terkait peristiwa 1965?

Diskusi terkait perlunya negara meminta maaf atas peristiwa 1965 menghangat di dunia maya setelah digelarnya simposium 1965 yang pertama digelar oleh pemerintah Indonesia, 18 April lalu.
Mengapa negara harus meminta maaf? Apakah maaf menyelesaikan masalah? Mengapa begitu penting kata itu diucapkan, sembari para penyintas menuntut keadilan?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menguak dalam berbagai tulisan di Facebook, Twitter, blog, dan situs terkait pentingnya kata maaf dalam peristiwa 1965. Pemerintah sendiri menegaskan belum ada keputusan apapun terkait apakah negara akan meminta maaf tentang peristiwa 1965.
Namun Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menkopolhukam untukmencari kuburan massal.
Bilapun ketika negara betul memita maaf, bisakah Anda menerimanya? Ketika Anda disiksa, disengat listrik, dan ditelanjangi seperti Deborah Sumini?
Ada banyak argumen muncul baik yang pro dan kontra permintaan maaf. Berikut rangkuman sejumlah pendapat yang tulisan lengkapnya bisa Anda baca dalam tautan-tautan yang kami sertakan.

1. Apa itu maaf, untuk apa, lalu apa?

Salah satu opini yang paling banyak dibagikan adalah Catatan Pinggir esais Goenawan Muhammad dalam majalah Tempo yang berjudul "Maaf".
"Kepala Negara meminta maaf? Untuk apa? Untuk kejahatan yang bukan kejahatannya, atas nama Negara yang sebenarnya tak bisa diwakilinya?" begitu salah satu kutipan dalam tulisan yang mendapat banyak kritik di media sosial.
"Apa sulitnya minta maaf atas tragedi 65? Ternyata buat GM sulit. But can the president speak for himself?" kata Damar Juniarto di Twitter. "Bahkan permintaan maaf pada jutaan orang yang dirampas hidupnya saja dianggap tak perlu oleh GM. Pun ia menghilangkan tanggungjawab negara!" kata yang lain.
Tapi tak semua mengkritik, "GM memang benar. Apalah arti sebuah maaf? Yang dibutuhkan adalah pengungkapan kebenaran, rekonsiliasi, dan pelurusan sejarah. Bukan maaf," kata @siputriwidi di Twitter.
Menanggapi beragam reaksi ini, dua hari setelahnya, Goenawan Muhammad menulis kembali dalam situs Qureta, yang menegaskan opininya bahwa "kejahatan Negara di pertengahan 1960-an, di bawah rezim Soeharto, tak bisa diteruskan jadi dosa Negara Indonesia di awal abad ke-21 yang justru dilahirkan kembali dengan menampik Orde Baru."
"Ketika Negara yang sekarang minta maaf untuk dosa itu, ia mau tak mau hanya jadi proxy -- dan permintaan maaf dari si "pengganti" tak akan bisa setara nilainya, baik dalam ketulusan maupun efek psikologisnya, dengan permintaan maaf yang diungkapkan mereka yang berbuat kejahatan."
Image copyrightBBC INDONESIA
Image captionSimposium peristiwa 1965 yang digelar 18 April lalu.

2. 'Maaf itu pintu'

Ugoran Prasad, fiksionis, peneliti kajian pertunjukan, yang juga aktif dalam kelompok musik Melancholic Bitch ikut memberi tanggapan dalam tulisannyaberjudul Pintu.
Dalam tulisannya dia mengatakan bahwa maaf memang tidak cukup, tetapi maaf bisa jadi awal atau pintu untuk langkah selanjutnya, termasuk misalnya membangkitkan kembali Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, perubahan drastis kurikulum pendidikan sejarah, dan lain-lain.
"Begitu banyak yang harus dilakukan, dan seluruhnya tak bisa dilakukan tanpa bermula dari sikap-penanda keadilan dari negara untuk mengakui kesalahan ini. Tanpa maaf, kita berputar di tempat, sibuk bertengkar dengan tetangga sendiri, babak yang tak selesai-selesai, bengong di lereng, tak bisa naik, tak mungkin turun. Bahkan Camus, yang percaya bahwa batu harus sampai puncak terlebih dahulu sebelum menggelinding jatuh lagi, tak bakal suka drama macam ini," tulisnya.
Image copyrightBBC Indonesia
Image captionDeborah Sumini: Saya dituduh anggota Gerwani yang mencukil mata jenderal

3. 'Maaf itu murah'

Dalam status Facebook, penulis dan peneliti Made Supriatma enggan membicarakan maaf. "Maaf itu Murah," katanya di awal tulisan. "Pertanyaan saya, apakah kita mau minta maaf atau minta keadilan?"
"Sudahlah. Berhentilah maaf-maafan. Kita minta keadilan. Negara ini berjanji menegakkan keadilan. Bukan membuka pintu maaf ... Maaf, saya tidak sependapat dengan maaf-maafan."

4. Maaf itu tentang memberikan ketenangan pada mereka yang dilukai

"Kepala Negara meminta maaf? Ini lebih konyol ketimbang pertanyaan internet cepat buat apa?" kata penulis Arman Dhani dalam status Facebook-nya.
"Ini bukan soal pemerintah siapa yang menjagal dan pemerintah siapa yang minta maaf. Ini soal memberikan rasa lega kepada mereka yang kepalang menanggung dosa yang tak pernah mereka buat."

5. Mengapa sulit minta maaf?

Sementara itu Coen Husain Pontoh, mahasiswa ilmu politik di City University of New York, dalam situs IndoProgress mencoba mencari jawaban tentang mengapa meminta maaf sulit.
Ada dua sisi yang dia ulas, yaitu dari perspektif hak asasi manusia (HAM) dan perspektif ekonomi politik. Dalam kesimpulannya Coen mengatakan bahwa meminta maaf pada akhirnya adalah langkah awal untuk mengungkap mengapa, untuk kepentingan siapa, dan siapa yang diuntungkan dari 'genosida' tersebut.
"Permintaan maaf itu, karenanya, bisa berujung pada pembalikan kembali Negara Indonesia ke relnya semula, yakni sebuah Republik seperti yang diamanatkan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945. Dan itu adalah ancaman nyata buat mereka."
Image captionDokumen yang dimiliki Supardi, eks tapol 1965.

6. 'Refleksi yang tidak hitam putih'

Terkait polemik yang ditimbulkan tulisan Goenaawan Mohamad, Saidiman Ahmad yang menyelesaikan program doktoral di Canbera, Australia mengaggap, kebanyakan orang keliru dalam menafsirkan catatan Goenawan.
Di akun Facebooknya, Saidiman menulis, "banyak yang kurang mengerti cara membaca catatan pinggir. Dikiranya catatan pinggir itu semacam makalah kuliah yang runut, sistematis dan berisi tesis yang jelas terang. Bukan."
Ditandaskannya, Catatan Pinggir, kolom tetap Goenawan Mohamad di majalah Tempo, "acapkali hanyalah refleksi atas persoalan yang rumit, yang tidak hitam dan putih. Sebuah catatan tanpa jawaban pasti. Sebuah kegelisahan yang dibiarkan mengambang. Catatan yang dibiarkan tidak selesai."
<span >7. Lalu, apa kata penyintas dan keluarga korban soal maaf?
Wacana minta maaf sudah ramai dibicarakan tahun lalu, tepat 50 tahun peristiwa 1965 terjadi. BBC Indonesia bertanya pada sejumlah penyintas, termasuk Tedjabayu Sudjojono, aktivis organisasi pemuda CGMI, yang ditangkap Oktober 1965 dan dibuang ke Pulau Buru.
"Saya tidak mengharapkan terlalu banyak," katanya. "Meski banyak teman-teman yang mengharapkan kompensasi, ganti rugi. Hanya satu syaratnya, mereka (pemerintah) minta maaf, bahwa itu ada kompensasi itu nanti dulu. Kalau tidak minta maaf dan bahkan menghukum mereka, bagi saya tidak masuk akal, karena nanti akan membangkitkan dendam kembali dan saya tidak setuju itu."
Yadiono, 79 tahun, yang ditangkap karena dituduh menjadi anggota PKI mengatakan pemerintah tidak perlu minta maaf. "Untuk apa minta maaf? Kembalikan nama baik kami. Tidak ada guna minta maaf, kami ini tidak salah dibuang tanpa pernah diadili bagaimana dengan hukum di negara ini."

#TrenSosial: 'Supir taksi Muslim yang jujur' kembalikan uang tunai Rp180 juta

Written By Natla on Jumat, 08 April 2016 | 18.23

'Supir taksi Muslim yang jujur'? mengembalikan uang tunai £10.000 (atau sekitar Rp180 juta), itulah judul yang disarankan oleh seorang pegiat komunitas atas judul artikel koran Inggris yang mengangkat kejujuran seorang supir.

Yusuf Chambers, seorang pegiat Irlandia yang dulu bernama Tim Chambers sebelum masuk Islam, menulis dalam akun Facebooknya, "bila ia melakukan sesuatu yang salah, akan disebutkan karena dia Muslim!
Ia mengacu pada tulisan di Daily Mail dengan judul ,'Supir taksi yang jujur,' mengembalikan uang £10.000."

Mohammed Nisar, 55, tulis Daily Mail tengah membawa penumpangnya Adrian Quinn ke stasiun Walsall yang segera turun tergesa-gesa dan lupa akan tasnya.
Ia membawa uang dalam jumlah besar setelah menguangkan warisan dari ibunya dan sadar atas kesalahannya begitu tiba di stasiun.
Queen dari Hereford mengatakan,"Kehilangan uang sebesar itu berarti berakhirnya bisnis saya."

Ia segera kembali ke luar dan melihat Mohammed duduk menantinya dengan tas berisi uang itu.
Quinn sangat emosional dan mengatakan, "Kamu tahu apa yang ada di dalam tas itu?... Uang £10.000."
Quinn memberi uang untuk Mohammed dalam amplop bertuliskan 'untuk teman terbaik saya di dunia.'
Mohammed telah menjadi supir taksi selama 15 tahun dan pernah beberapa kali menemukan barang tertinggal di kursi penumpang.
Dua tahun lalu, seorang penumpang meninggalkan dompet berisi £150 (Rp2,7 juta) namun Mohammed kembali ke rumah penumpangnya dan mengembalikannya.
Pegiat Yusuf Chambers mengusulkan kepada koran Inggris itu, "Bagaimana dengan menyebutnya seorang Muslim yang jujur? Agama kami mensyaratkan kami untuk tidak berbohong, curang atau mencuri. Ganti kata-katanya Daily Mail.!"
Sejumlah komentar di akun Facebook Yusuf Chambers antara lain dari Brima Sidibay yang menulis, "Semoaga Allah memberinya lebih banyak lagi rezeki," dan Ali Fahmy yang menyatakan, "Semoga Allah memberkahinya dan keluarga."

Ketika pengguna medsos mengubah Blue Bird jadi Angry Bird

Written By Natla on Kamis, 24 Maret 2016 | 20.32

TrenSosial: Sejumlah pengguna media sosial memplesetkan nama taksi Blue Bird menjadi Angry Bird selagi ribuan sopir taksi berunjuk rasa menentang aplikasi taksi dan ojek online.
Protes yang berlangsung di beberapa titik di Jakarta diwarnai kekerasan. Sejumlah laporan menyebut pengendara ojek online diintimidasi dan menjadi korban pemukulan, sementara satu sopir taksi yang tak ikut aksi dibakar mobilnya.
Di Jalan Sudirman, sejumlah sopir taksi dan pengendara ojek online saling melempar batu.
Sejumlah unggahan di media sosial juga menunjukan foto-foto yang diduga adalah sopir taksi yang membawa senjata tajam. Belum jelas kebenaran foto yang beredar tersebut namun pengguna media sosial ramai mengkritiknya.
Menanggapi berbagai aksi kekerasan, pengguna Twitter mengungkapkan kekecewaan. "Blue Bird sudah berubah menjadi Angry Bird," kata @emakbul di Twitter.
"Jika taksi demo terus kayak gini, ya konsumen makin antipati. Mereka makin punya alasan beralih ke Uber & Grab," kata Budi Putra melalui ‏@budip.
Sejumlah meme kemudian tersebar dengan menampilkan tokoh game Angry Bird berada di jalan di Jakarta. "United morons in action," kata pembicara publik Rene Suhardono melalui Twitter.
Lainnya berkata, "Taksi Blue Bird Rebranding!" disertai dengan foto tokoh Angry Bird bertulis 'Blue Angry Bird."
Berbeda, Komedian Ernest Prakasa menyebutnya 'burung biru yang mati'. "Dead Blue Bird, waktu Anda sudah habis. Era berganti dan tidak ada yang bisa Anda lakukan. Hadapilah."
Protes besar-besaran Selasa (22/03) tidak hanya dilakukan oleh sopir Blue Bird tetapi juga banyak perusahaan taksi lain seperti taksi Express, juga sejumlah bajaj yang mengaku pendapatannya turun drastis.
Dalam akun Twitter resmi, Manajemen Blue Bird "menyesalkan aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan tindakan anarkis".
Mereka menyatakan akan menindak tegas pengemudi Blue Bird yang terbukti melakukan tindakan anarkis dan mengganti kerugian yang konsumen yang diturunkan secara paksa dalam aksi tersebut.
Terlepas dari aksi kekerasan, sejumlah pengguna berpendapat pemerintah memang harus mencari solusi atau menetapkan regulasi untuk memastikan persaingan sehat pada industri transportasi.
"Blue Bird bayar pajak Rp209 miliar dalam sembilan bulan, Express bayar pajak Rp 8 miliar. Uber bayar pajak Rp 0 (nol). Adil?" cuit satu pengguna Twitter.

Tumblr akan diblokir di Indonesia, para 'blogger melawan'

Written By Natla on Sabtu, 27 Februari 2016 | 17.14

#TrenSosial: Tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir situs jejaring sosial Tumblr karena dituding mengandung konten porno ditentang para pengguna mendia sosial dengan menyebutkan langkah itu berlebihan.
Azhar Hasyim, Direktur e-Business Kemenkominfo, mengatakan kepada BBC Indonesia telah menandatangani surat (pemblokiran) dan dikirim ke Internet Service Provider.
Menyusul pengumuman ini, para pengguna media sosial menentang langkah ini dengan menggunakan sejumlah tagar antara lain #BloggerMelawan.
Menkominfo juga menjadi topik populer di Twitter dan disinggung hampir 3.000 kali Rabu (17/02).
Image copyright Twitter
Lalu, apakah Tumblr menyediakan konten berisi pornografi?
Tergantung para penggunanya, kata Kuncoro Wastuwibowo, blogger dan pemerhati teknologi yang bekerja di Telkom.
"Tumblr menyediakan kontek yang dicari oleh para penggunanya... Ada user yang mencari konten pornografi, tentu bisa dicari," kata Kuncoro.

'Mau bunuh tikus tapi yang dibakar lumbung padi'

Namun Kuncoro mengatakan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, Tumblr lebih baik dalam mengarahkan user dan mengenali minat user.
Penentangan langkah Kemenkominfo melalui media sosial antara lain ditulis, Alitt Susanto yang mengatakan, "Solusi Kemenkominfo ini analoginya kayak: Di bus ada 1 teroris. Kemenkominfo ledakin busnya. Gak peduli ada banyak orang biasa, #BloggerMelawan."
Image copyright Twitter
Sementara NEG, @negativisme menulis, "Pemblokiran Tumblr itu kaya mau ngebunuh tikus tapi yg dibakar lumbung padinya, solusi cerdas dari Menkominfo," dan Lutfianto Noer mengatakan, "Tumblr memang kebarat-baratan, menkominfo coba bikin yang baru penuh kearifan lokal nanti dinamai kendi."
Melalui Facebook BBC Indonesia, Rahmat Hidayat menulis, "Orang ke Tumblr itu bebas, nah ketika dia disana dia bisa saja naruh barang barang aneh, kaya anda punya Google drive, anda bisa saja naruh barang aneh aneh disana, apa ndak sekalian google di blokir."
Penentangan juga dilakukan melalui petisi yang diajukan Edward Tirta melalui change.org yang telah ditandatangani sekitar 8.400 orang sampai Rabu (16/02).
"Tumblr sejauh ini telah menjadi media teman-teman untuk menyalurkan hobi seperti menulis, fashion bahkan hingga mampu memberikan informasi tentang lingkungan sekitar masyarakat," tulis Edward.
"Pornografi hanya dilakukan oleh segelintir orang di Tumblr, bagaimana dengan mereka yang menggunakan Tumblr untuk hal positif? Apakah adil bagi mereka jika Anda memblokir Tumblr?" tambahnya.
Langkah memblokir Tumblr ini mulai diterapkan dalam dua hari ini, kata Azhar Hasyim.
Kuncoro Wastuwibowo mengatakan Kemenkominfo "seharusnya tidak memblokir... namun melalui pendidikan di sekolah-sekolah dan juga membuat konten lokal yang mendidik di media sosial."
 
Support : News Positif | Privacy | About Us
Copyright © 2011. News - Positif - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Blog Kami New Positif Published by
News Positif Harun