Di Indonesia, rumput laut adalah hal yang mudah ditemui. Dari rumput
laut segar yang baru dipanen dari laut, rumput laut setengah jadi alias
yang siap dimasak berwarna putih, hingga yang dalam rendaman sirup siap
dikonsumsi.
Selain Indonesia, negara lain yang juga dikenal
sebagai penghasil rumput laut adalah Jepang. Makanan yang dikenal dengan
nama nori ini berbentuk lembaran olahan rumput laut untuk digulung
bersama nasi, atau diparut sebagai topping untuk ditaburi di atas
makanan.
Apalagi, rumput laut juga dikenal sebagai bahan makanan
sehat. Rumput laut bisa membantu memperlancar pencernaan dan punya
kandungan vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, selain merupakan
sumber nabati vitamin B12.
Rumah makan mewah Waitrose
mengumumkan akan menyediakan rumput laut liar yang kaya akan nutrisi.
Sementara Chef Jamie Oliver menyebut rumput laut ikut andil dalam
upayanya menurunkan berat badannya sebanyak 13 kg, baru-baru ini.
Di sisi lain, Chef Rene Redzepi dari Noma, menyatakan bahwa rumput laut
adalah salah satu sumber daya alam yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
"Kita belum pernah benar-benar mulai makan rumput laut, ini kesempatan kita," tuturnya
Sedangkan bagi Product Developer Waitrose, Simona Cohen Vida, rumput laut akan menjadi tren kuliner terbesar tahun ini.
"Pelanggan
kami ingin bereksperimen di dapur mereka, jadi kami memperkirakan bahwa
rumput laut akan ada dalam urutan paling atas daftar belanja musim semi
ini," ujar Simona.
Rene mengatakan, rumput laut adalah sumber
daya alam dan harus dipilih secara benar. Didapatnya sangat mudah, hanya
dengan mengambilnya secara bebas dari pantai. Namun bagaimana cara
memasak dan memakannya? Apakah selalu aman dimakan?
Menjawab pertanyaan Rene, Marcus Harrison mengajar teknik mengolah dan mengonsumsi rumput laut liar melalui kelas
Wild Food School
miliknya dan buku yang baru saja ia luncurkan berjudul 'Cooking with
Seaweed: 101+ Ways'. Saran pertamanya adalah tetap hati-hati.
Menurut
Harrison, rumput laut yang aman dikonsumsi adalah yang diambil saat air
laut sedang pasang. Kemudian, nelayan rumput laut perlu memakai sepatu
yang kuat, sebaiknya anti-licin, karena sebagian besar rumput laut
tumbuh di dataran rendah lingkungan berbatu di bibir pantai saja.
"Rumput
laut yang Anda ingin makan harus melekat pada batu, karena rumput laut
yang berserakan di pantai tidak layak atau aman untuk dimakan,"
kata Harrison.
Ada sekitar 650 jenis rumput laut yang dapat
dimakan. Banyak yang mengatakan rumput laut yang tumbuh di garis pantai
semuanya layak dan aman dikonsumsi. Tetapi, Harrison tidak menyetujui
pernyataan tersebut. Menurutnya, hanya beberapa yang aman dan layak
dikonsumsi, seperti
adderlocks/dabberlocks,
tangle, sugar kelp, sea spaghetti, dulse, laver, sea lettuce, gutweed and carrageen, atau
irish moss.
Namun, ia juga menyarankan agar tidak terlalu sering karena beberapa jenis memiliki kadar iodium yang padat.
Harrison juga berbagi tips untuk mengolah rumput laut di dapur sendiri.
"Rumput laut yang tebal dan kusut serta jenis
sugar kelp adalah rumput laut terbaik untuk direbus atau digoreng dan disajikan seperti keripik," ujarnya seperti diberitakan
Independent.Sedangkan yang lebih tipis, seperti
dulse dapat dimakan mentah dan dapat digunakan sebagai bahan masakan untuk menu tumis.
"Sementara jenis rumput laut
laver, tidak cocok untuk dimasak seperti itu, lebih cocok direbus berjam-jam hingga menjadi
jelly berwarna hijau gelap," tambahnya.
Rumput laut lain yang bisa dimakan mentah adalah
sea lettuce serta
gutweeds. Kedua jenis rumput laut ini cocok dijadikan tambahan pada salad.
"
Gutweeds
memiliki tekstur lebih halus dan dapat juga untuk campuran salad, atau
dikukus. Dan irish moss hanya dapat digunakan sebagai alternatif
gelatin," tuturnya.
Namun demikiam, Harrison berharap setiap
orang dapat memanfaatkannya secara bertanggung jawab. "Jika 60 juta
orang mulai menuju pantai dan menyabuti semua rumput laut, maka akan
menjadi perusakan lingkungan," kata dia.