Mantan presiden Susilo Bambang
Yudhoyono menggelar pertemuan dengan wartawan, Rabu (02/11), menanggapi
situasi terbaru terkait desakan penangkapan gubernur Jakarta dan rencana
aksi unjuk rasa 4 November dan beberapa isu lain seperti aset kekayaan
dan hibah rumah dan tanah dari negara.
Namun, tampaknya yang menjadi perhatian pengguna media sosial adalah hal yang sama sekali tak terkait. Banyak media kemudian mengambil kutipan ini sebagai judul berita dan pengguna media sosial mulai membicarakannya. Sebagian menghubungkannya dengan aksi naik kuda Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Senin (31/10) lalu.
''Pak SBY sebut-sebut lebaran kuda. Pasti sedih karena kemarin gak diajak naik kuda,'' kata @naoimitobing di Twitter.
"Ekonomi luar Jawa harus naik melalui investasi dan perdagangan. Kalau kita cuma menjalankan business as usual atau begini-begini saja dan tak ada upaya, maka sampai lebaran kuda tak akan tercapai," katanya seperti dikutip detik.com.
Komentar-komentar lucu mengalir di Twitter. Pengamat politik Yunarto Wijaya mengusulkan 'Lebaran kuda' jadi libur nasional....
Tentu ada banyak akun anonim yang kemudian meramaikan momen ini dengan membuat meme-meme dan menghubungkannya dengan isu penistaan agama. "Coba bayangkan jika istilah 'lebaran kuda' diucapkan oleh Ahok. Narasi jahat apa lagi yang akan dimainkan oleh mereka?" tulis akun @habibthink.
Lainnya, mendudukan topik ini dengan pendekatan yang lain...


0 komentar:
Posting Komentar