Home » , » Rombongan 'jemaah An-Nadzir' kembali ke rumah

Rombongan 'jemaah An-Nadzir' kembali ke rumah

Written By Natla on Rabu, 04 November 2015 | 20.16

 Jemaah An-Nadzir saling bersalaman sebelum salat Idul Adha di Kabupaten Gowa.
Delapan anggota 'jemaah An-Nadzir' yang dicurigai hendak bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS telah kembali ke kampung halaman mereka di Gowa, Sulawesi Selatan.
Mereka dikabarkan tiba di rumah masing-masing kemarin siang (02/11), tanpa pemeriksaan lebih lanjut oleh polisi setempat.
Rombongan tersebut ditangkap Polres Sabang, Aceh, Jumat (30/10) lalu, ketika hendak berangkat ke Palestina menggunakan perahu.
Dilaporkan Tempo, polisi mencurigai anggota jemaah ini pergi untuk bergabung dengan ISIS.
Mereka terdiri atas 4 laki-laki, 2 perempuan, dan 2 anak-anak, yaitu Sultan Loteng (45); Rudi (33); Zaenal (27); Islah (9); Nurhayyun (19); Darwani (43); Quayyum (1); dan Wawan (15).
Pada pemeriksaan di Aceh, pemimpin rombongan Sultan Loteng mengaku menerima wahyu dari roh suci dan akan bertemu di Palestina. Sampai di sana, mereka akan "menunggu petunjuk selanjutnya dari Tuhan".

"Bukan Teroris"

Kapolres Gowa AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan kepada BBC Indonesia, rombongan itu telah dikeluarkan dari An-Nadzir lantaran dianggap menyimpang.
Rio menambahkan, jemaah An-Nadzir tidak pernah melakukan pelanggaran hukum atau kejahatan, bahkan mendukung pemerintah, kendati jemaah ini tak tampak seperti umat lain.
“Massanya ribuan dan tidak pernah berbuat onar, dan (mereka) ini bukan teroris,” ujarnya.
Sedangkan menurut salah satu pimpinan An-Nadzir, Ustaz Lukman A.S. Bakti, rombongan Sultan Loteng keluar dari jemaah karena keinginan sendiri.
Kepada BBC, dia mengatakan Sultan pernah tinggal bersama komunitas An-Nadzir di Mawang, Kabupaten Gowa, selama dua tahun.
Setahun lalu, kira-kira tiga hari setelah Idul Fitri, Sultan dan keluarganya pindah tanpa pamitan.
 
Lelaki di komunitas An-Nadzir mewarnai rambut mereka kuning keemasan demi "mengikuti tuntunan Rasul".
"Dia meninggalkan komunitas kami karena merasa kajiannya sudah berbeda," ujar Lukman.
Sultan dan pengikutnya membikin komunitas sendiri di Limbung, 18 kilometer dari Mawang.
Lukman mengaku pernah ditelepon Sultan, yang mengatakan sedang mempersiapkan perjalanan. "Tapi perjalanan apa yang dimaksud dia tidak menyebutkan."
Jemaah An-Nadzir terkenal karena penampilan kaum lelakinya yang berambut sebahu dan dicat kuning emas. Mereka hidup dalam komunitas di Desa Mawang, tidak berbaur dengan warga lainnya.
Namun mereka tidak menolak orang luar yang ingin masuk. "Sepanjang mereka mau mengikuti cara dan aturan yang ada."
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : News Positif | Privacy | About Us
Copyright © 2011. News - Positif - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Blog Kami New Positif Published by
News Positif Harun