Home » » PKS, Partai paling di Tunggu dan dicari Kesalahannya

PKS, Partai paling di Tunggu dan dicari Kesalahannya

Written By Natla on Selasa, 28 Juli 2015 | 18.11

Dulu, ketika orde lama bicara partai politik di Indonesia tak lepas dari ideologi Nasional, Agamis dan Komunis dan selanjutnya pada Orde baru berubah menjadi Nasionalis, Agamis dan Opportunis (tengah.

Di kedua orde politik tersebut, satu ideologi yang selalu mendapat tekanan untuk diawasi dan sellau dikerdilkan kekuatannya baik dari luar atau dari internal partai itu sendiri adalah Partai berideologi Agama

Hegemoni Partai ber ideologi Agama terutama dikenal sebagai Partai yang dikenal Islamis dan didukung pula oleh para pendukung yang mengedepankan Ajaran dan Syariat Islam; sudah pasti masuk target untuk dibusukkan dan dipecah internalnya.

Dulu, Partai Islam diberi Issu adanya jualan Islam kiri sosialis, sehingga di internal partai Islam tersebut pun akhirnya terpecah karena berbeda paham dan aliran.
Pada Orde Baru pun, taktik issu Partai Islam (PPP) sebagai partai yang kolot dan terbelakang dan dianggap jauh dari kemajuan pendidikan karena tak lepas dari tradisi Sarung dan pondok pesantren sehingga Ummat menjadi ragu untuk memilih Partai PPP karena dianggap kolot dan jauh dari kemajuan jaman.
Dan pada era reformasi pun, hegemoni Partai Islamis tak jauh beda dengan masa sebelumnya, jualan issu nya adalah Partai Islam adalah partai yang keluar dari ajaran ideologi Pancasila serta menganut Islam garis keras, timur tengah (wahabi) dan sebagainya.

Namun semua dogma negatif tersebut berubah setelah lahirnya Partai keadilan dan berlanjut menjadi Partai Keadilan Sejahtera yang menjadikan tagline Partai Islam Moderat dan Partai Kader yang Berpendidikan; seolah kehadiran PKS menjadi penyimbang partai yang sudah ada dengan ideologi yang Nasionalis dan Opportunis (tengah).

PKS menjadi satu satunya Partai Islam solid karena Partai Kader yang jumlahnya berkembang pesat, dengan jualannya sebagai Partai bersih dan peduli; dan berkat tagline tersebut peringkat PKS pun dalam pemilu legislatif yang terus meningkat
Partai Islam yang Bersih dan Peduli

Maka yang ditunggu publik adalah konsistensi untuk menjaga diri sebagai Partai yang bersih dan Peduli dan ini sangat di pahami oleh pihak yang memang menginginkan dan mencari cara bagaimana PKS bernasib seperti Partai Islam di jaman sebelumnya (orde lama dan orde baru) yang harus dikikis kepercayaannnya sehingga masyarakat pun harus kembali berpikir dua kali untuk memilih Partai Islam seperti PKS.
Bagaimana caranya membuat PKS busuk dimata para pemilihnya.

Maka kunci di satu kata, ‘buat’ kader elite nya terlibat korupsi.
Ironis memang negeri ini, dikala partai Nasionalis dan opportunis tetap menjadi pilihan, tetapi nyatanya setelah dipilih malah menjadi partai yang juara korupsi, Mereka menunggu dan mencari berita tentang kesalahan PKS.

Seolah PKS itu adalah sebuah barang yang ditunggu dan dicari cela kesalahannya, dan ketika ketemu satu saja menjadi sebuah ‘harta karun’ tak terhingga dan berharga; sehingga bisa dikomplain dan dikatakan sejelek jeleknya

Ironisnya, diantara sekitarnya ternyata banyak barang yang sudah tak layak dilihat dipilih karena kualitas nya buruk dan tak enak dilihat, tetapi bagi masyarakat hal itu tak penting, yang mereka pentingkan barang eksklusif bernama PKS kualitas tinggi, dimana dan ditunggu celah kesalahan pembuatannya.
Walau bisa saja, celah kesalahan pada barang bermerk PKS tersebut ‘dibuat’ oleh pihak pihak yang tidak suka karena barang jualannya turun dan mulai dijauhi pemilihnya
Tapi itulah PKS, selalu menjadi yang ditunggu, dan dicari celah kesalahannya untuk kita nikmati penilaian negatifnya atas keeksklusifannya.

Tengoklah betapa bersemangatnya pedagang semacam @Fadjroel, yang sangat menantikan memberikan penilaian negatifnya kepada PKS.
Sebenarnya hal tersebut dengan sendirinya membuktikan, PKS adalah partai yang berbeda dengan partai yang membiasakan dan menjuarai korupsi, jadi ketika satu saja aroma berbau korupsi dihembuskan maka hal tersebut menjadi angin sejuk untuk para pedagang kelas murahan yang hanya bisa menjual barang banyak celah kesalahannya alias tidak berkualitas.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : News Positif | Privacy | About Us
Copyright © 2011. News - Positif - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Blog Kami New Positif Published by
News Positif Harun