Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

“Surga” Wakatobi Tak Melulu Bahari

Written By Natla on Jumat, 04 November 2016 | 20.38



“Wakatobi itu (bak) surga di zamrud khatulistiwa, tak cuma buat mereka (pecinta aktivitas bahari),” ujar Hilda B Alexander, wartawati yang juga gemar berkelana, Senin (31/10/2016).

Hilda pun bercerita, pesona Wakatobi juga datang dari keramahan alam dan warga setempat. Menurut dia, pendapat itu bukan hanya datang dari dirinya.

"Nice place and people around here are friendly," kutip Hilda dari Claudia Mauridfz, peneliti BlueVentures asal Guatemala yang dia temui saat bertandang ke Kaledupa, akhir bulan lalu.


Kaledupa adalah satu pulau yang menjadi bagian penggalan nama Wakatobi. Tak banyak orang tahu, Wakatobi merupakan singkatan dari Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, empat pulau utama dari kabupaten di Sulawesi Tenggara ini.

Nah, yang juga tak semua orang tahu, Wakatobi punya pula banyak hal menarik selain soal bahari. Sebut saja soami, siapa pernah dengar sajian kuliner tersebut? Atau terbayang suguhan bulu babi di meja makan?

Wakatobi adalah “surga” bagi pecinta bahari. Pantai, lautan jernih, dan terumbu karang yang masih utuh, merupakan suguhan dari kerajaan laut yang teramat lezat bagi para penyelam. Namun, apakah hanya penyelam yang bisa menikmati “surga” ini?
“(Soami) ini kukusan singkong, jadi makanan pokok dan sumber karbohidrat warga. Bulu babi dikukus tanpa bumbu jadi protein hewani. Lalu, ada kosea no-kaudafa atau sayur daun kelor, sambal dabu-dabu, dan kentanidole alias nugget ikan,” cerocos Hilda soal salah satu menu santapannya saat di Wakatobi.

Untuk benar-benar kenal Wakatobi—tak cuma dari sisi bahari—beragam festival sudah ditetapkan pemerintah sebagai agenda rutin. Kekayaan budaya dan kuliner sudah pasti jadi menu dalam festival-festival ini.


Sampai akhir 2016, masih ada Festival Tomia pada 3-6 November 2016 serta Wakatobi Wonderful Festival and Expo (WWFE) pada 1-3 Desember 2016.

“WWFE merupakan puncak semua festival selama setahun,” kata PIC Destinasi Wakatobi dari Kementerian Pariwisata, Arie Prasetyo, Rabu (12/10/2016).

Bagi pegiat sosiologi dan pendidikan, Wakatobi punya pula sejumput cerita soal upaya memastikan anak-anak nelayan mendapatkan pengajaran. Soal ini, pelancong atau peneliti bisa menyambangi Desa Bajo Mola.

Di desa itu, ada Sekolah Maritim, khusus untuk anak-anak nelayan yang putus sekolah. Berbentuk rumah panggung seperti permukiman warga, sekolah ini memiliki karamba sebagai bagian dari pengajaran.

Pada jam istirahat, siswanya diizinkan memancing ikan untuk ditaruh ke dalam karamba tersebut.

“Nantinya, anak-anak yang berprestasi (di kelas) berhak mendapatkan hasil penjualan ikan (yang terkumpul) di karamba itu,” kata Pembina Sekolah Maritim, Samran, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (8/8/2015).

Masih soal belajar, Desa Bajo Mola juga menjadi peluang bagi pelancong belajar ilmu perbintangan dari penduduk lokal, yaitu Suku Bajo. Suku ini sedari dulu dikenal akrab dengan ilmu falak alias astronomi, sebagai bagian dari bekal mereka yang memang tumbuh dan besar di laut.

Mengemas “surga”Sayangnya, pesona Wakatobi memang masih lebih banyak dinikmati para penyelam dan wisatawan “serius”. Maklum, sebelum Oktober 2016 tak banyak akses yang bisa menjadi cara orang datang ke sana.

Baru setelah kepulauan tersebut ditetapkan sebagai destinasi prioritas, beragam program dirancang untuk lebih mengenalkan dunia pada sang surga bawah laut di khatulistiwa ini.

"Kami butuh Rp 1,2 triliun untuk membenahi kawasan ini," kata Bupati Wakatobi, H Arhawi, dalam salah satu perbincangan dengan Hilda.

Setahap demi setahap, infrastruktur dari kabupaten yang belum genap berusia 13 tahun ini ditata ulang. Bandara Matahora, misalnya, bersolek menyambut datangnya penerbangan reguler.

Kabar baik datang dari Arie. Maskapai Wings Air, kata dia, sudah memastikan jadwal penerbangan reguler ke sini.

“(Rute) Makassar-Wakatobi, direct flight, tujuh kali seminggu setiap hari mulai akhir Oktober 2016," sebut Arie.

Garuda Indonesia, lanjut Arie, sudah berencana pula membuka rute Denpasar-Wakatobi. “(Rencananya) dimulai pada akhir 2016,” sebut dia.
Akses dan infrastruktur jadi fokus awal pembenahan Wakatobi karena beragam hal. Dari sisi pesona bahari, di kawasan perairan ini terdapat setidaknya 750 dari 850 jenis terumbu karang yang ada di dunia.

Sampai-sampai, Pulau Hoga yang ada di antara pulau-pulau utama Wakatobi sudah menjadi basis penelitian Proyek Wallacea. Di sini para peneliti dunia kerap berkumpul meneliti kekayaan terumbu karang dunia yang dipantau melalui pencitraan satelit.

Tak kurang dari oseanografer dan penemu alat selam self-contained underwater breathing apparatus (scuba), Jacques-Yves Cousteau, mengakui Wakatobi adalah surga.



Buat pariwisata, penetapan Wakatobi menjadi destinasi prioritas pun punya target besar. Pada 2016, kunjungan wisatawan diharapkan menembus angka 25.000 orang, naik 8.000 kunjungan dibandingkan pada 2015.

Kunjungan wisatawan mancanegara diharapkan terus meningkat pula. Merujuk data Badan Pusat Statistik, pada 2011 tercatat 2.274 wisatawan mancanegara menikmati “surga” Wakatobi. Angka itu melejit lebih dari dua kali lipat pada 2015, yaitu menjadi 6.626 orang.

Tantangan tentu saja tak selesai di masalah akses dan infrastruktur. Meski sudah dikenal sebagai “surga bahari”, kawasan ini juga masih kekurangan para master selam berlisensi. Bahkan, belum ada satu pun master selam berlisensi cave diving di sini, sementara potensi wisata gua bawah laut juga membentang.

Jangan lupa, bicara pariwisata tak melulu mengurusi orang-orang yang butuh leha-leha. Saat ini, pariwisata merupakan penjuru untuk menjaga perekonomian nasional melaju, seperti paparan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam beragam kesempatan.
Facebook Indonesia.Travel/Wonderful Indonesia Pemandangan bawah laut Wakatobi

Lagi-lagi, tak cukup bila hanya Pemerintah yang berupaya mengenalkan potensi pariwisata. Cara Hilda bercerita dan memajang gambar-gambar selama berkelana, bisa jadi contoh partisipasi orang biasa ikut mendorong pariwisata Indonesia.

Bagi Anda yang juga punya hobi serupa Hilda, bagikan saja cerita-cerita perjalanan ke destinasi nusantara lewat beragam cara, termasuk melalui media sosial. Biar lebih mengena, pasang saja tanda pagar (tagar) atau hashtag #ceritadestinasi di setiap unggahan cerita Anda.

Wisata Berkelanjutan Indonesia Nomor Dua di Dunia

Written By Natla on Jumat, 09 September 2016 | 19.56

“Pada prinsipnya, destinasi pariwisata harus berkelanjutan, yakni menjaga lingkungan, memberdayakan budaya dan tetap memberikan benefit ekonomi,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya di PATA Travel Mart 2016, Indonesian Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, pekan ini.


Industri wisata bukan hanya sekedar destinasi, melainkan juga pengembangan infrastruktur secara keseluruhan dan berkelanjutan. Dengan kata lain, industri pariwisata harus bisa terus kontinyu sehingga mendatangkan manfaat tidak hanya bagi penduduk di daerah destinasi, mendatangkan devisa, sekaligus ramah bagi lingkungan.

berprestasi di bidang pariwisata berkelanjutan.

“Untuk Sustainable Tourism Development (STD), Indonesia hasilnya bagus. Kita peringkat kedua setelah China,” sebutnya.

Guna lebih meningkatkan prestasi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menunjuk tiga lembaga pendidikan tinggi sebagai pakar di badan riset.

“Tugasnya, mengimplementasikan konsep prinsip sustainable tourism di daerah destinasi,” ujar dia.

Ketiga lembaga pendidikan tinggi yang dimaksud adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM ) dan Universitas Mataram (Unram).

“Selama ini ketiga lembaga pendidikan itu sudah bekerjasama dengan UNWTO di Madrid,” tambahnya.

Sementara, untuk daerah destinasinya ada tiga yang tengah dipersiapkan yakni Sesaot di Senggigi, Lombok Barat, yang akan jadi diawasi oleh Unram. Adapun ITB akan menjadi pengawas Pantai Pangandaran dan Sleman berada di bawah pengawasan UGM.

“Nantinya daerah-daerah yang telah diriset akan memperoleh sertifikat sustainable tourism, termasuk juga sustainable tourism development dan sustainable tourism observatory. Standarnya akan dibuat global. Pembangunannya didukung secara ekologis dalam jangka panjang, layak secara ekonomi serta adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat,” terang Arief.

Lebih lanjut, dia berharap pariwisata berkelanjutan itu bisa lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Sekjen UNWTO Taleb Rifai, mengungkapkan Indonesia bisa jadi contoh bagus bagi perkembangan pariwisata berkelanjutan dunia.

“Pembangunan pariwisata Indonesia adalah contoh sukses yang bisa ditiru negara lain,” tambah Rifai.

Saat ini, jaringan STD mencakup 14 observatorium. Delapan berada di Tiongkok, tiga di Indonesia , satu di Yunani , satu di Meksiko dan satu lainnya di Brasil.

Lima Destinasi Wisata Indonesia Mejeng di Amazing Race Asia

Written By Natla on Jumat, 29 Juli 2016 | 19.51

Dengan kekayaan alam dan keragaman budaya yang mengagumkan, Indonesia telah menjadi salah satu destinasi wisata yang patut diperhitungkan di mata dunia.

Data yang didapat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada Januari 2016, menyebut jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 814,3 ribu orang. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,6 persen dibanding kunjungan Januari 2015.


Demi meningkatkan angka kunjungan wisman dan wisatawan nusantara, Kementerian Pariwisata melakukan langkah promosi dengan menggandeng adventure reality show populer, Amazing Race Asia. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Indonesia kini tengah gencar menggalakkan sport tourism atau wisata olahraga yang termasuk dalam agenda kampanye wisata Wonderful Indonesia.

"Perlu diketahui kalau sport event tidak bisa berdiri sendiri. Misal kalau ada sepakbola di Eropa, pendapatannya lebih besar dari promosi wisata, karena promosi yang baik menjadikan sport event sebagai sport tourism," katanya.

Beberapa program yang sudah mapan dan jadi destinasi rutin adalah ajang balap sepeda Tour de Singkarak, Tour de Flores, Tour de Banyuwangi Ijen, serta yang terbaru, Tour de Jakarta.

Adanya acara Amazing Race Asia yang menjadikan lima destinasi wisata Indonesia sebagai lokasi perlombaan keliling Asia itu, semakin membuktikan potensi Indonesia di lini sport tourism. Itu, kata Arief, jadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menggenjot wisata di ranah global.

“Merupakan suatu kebanggaan dipilih menjadi salah satu destinasi The Amazing Race Asia musim kelima,” kata Arief saat acara konferensi pers 'The Amazing Race Season 5' di Fairmont Hotel Jakarta, pekan ini.

Musim kelima ajang petualangan keliling Asia tersebut akan dilangsungkan mulai Oktober mendatang. Terdapat 10 destinasi di Asia yang menjadi check point. Dari 10 destinasi tersebut, lima diantaranya ada di Indonesia.

"Bayangkan acara sebelumnya ditonton 85 juta penonton, lalu lima kota di Indonesia akan menjadi lokasi untuk lima episodenya, 50 persen acara ini akan kita kuasai untuk menampilkan destinasi terbaik Indonesia," ungkap Arief.

Kendati masih harus bungkam soal kelima lokasi tersebut, Arief tetap memberikan sedikit ‘bocoran’, dengan menyebut Bali, Bandung dan Banyuwangi, sembari bercanda.

"Yang pasti lima destinasi ini dipilih sebagai top branding yang kita miliki," tegas Arief.

Lebih lanjut, Arief berharap promosi gencar lewat program Amazing Race bisa mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 50 persen dari target 6 juta wisman hingga akhir 2016.

Asap Kawah Bromo Tidak lagi Halangi Aktivitas Wisata Traveler

Written By Natla on Selasa, 28 Juni 2016 | 21.20

Probolinggo - Saat ini Kawah Bromo tengah berasap akibat aktivitas vulkanik. Namun situasi masih kondusif, sehingga pihak pengelola tetap membuka akses wisata Bromo untuk traveler.

Asap tebal masih terus keluar dari aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggi, Jawa Timur. Aktivitas gunung yang masih cukup tinggi itu tidak membuat pengelola menutup akses wisata ke gunung Bromo.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hal tersebut bagus untuk menambah wawasan dalam memahami gunung api.

"Pariwisata Gunung Bromo tetap dibuka untuk umum. Kondisi aman untuk wisatawan kecuali di dalam radius 1 km dari puncak kawah," kata Sutopo dalam keterangan tertulis Rabu (29/6/2016).

"Masyarakat tidak perlu takut atau khawatir dengan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Bromo saat ini. Justru adanya erupsi kecil menjadikan wisata yang menarik untuk masyarakat memahami gunung api," imbuhnya.

Sutopo memprediksi Gunung Bromo akan menjadi salah satu destinasi wisata mengisi libur lebaran mendatang. Dia memastikan kawasan tersebut akan aman dikunjungi masyarakat.

"Seringkali asap ini disertai abu vulkanik tipis hingga di permukaan sesuai arah angin yang menerbangkannya. Status masih Waspada (level II). Diperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung lama," papar Sutopo.

Berfoto Selfie Saat Wisata Bikin Lebih Bahagia

Written By Natla on Sabtu, 11 Juni 2016 | 21.31


Jangan pernah lupa mengambil foto saat berwisata. Menurut penelitian terbaru, itu menunjukkan psikologi wisatawan yang bahagia. Penelitian itu dilakukan oleh University of Southern California.

Para peneliti menyimpulkan, foto saat liburan membuat dan menandakan seseorang menikmati perjalanan tersebut.

"Orang yang berfoto saat berwisata memandang dunia dengan sedikit berbeda. Karena mereka mencari sesuatu yang ingin diabadikan, yang masih ingin dinikmati," kata Kristin Diehl, pengajar di University of Southern California Marshall School of Business, seperti yang dilansir Time.



"Kegiatan berfoto membuat orang lebih meresapi pengalaman mereka dan membuat mereka lebih menikmati perjalanan tersebut."

Penelitian Diehl dan timnya melibatkan hampir 200 responden. Mereka adalah peserta keliling Philadelphia yang menggunakan dua bus tingkat. Satu bus mengizinkan penumpangnya mengambil foto, sisanya justru melarang pengambilan gambar.

Percobaan tersebut menunjukkan, orang yang diizinkan mengambil foto selama perjalanan merasa lebih menikmati pengalaman mereka, dibandingkan wisatawan yang dilarang mengambil gambar.

Diehl mengatakan, mengabadikan gambar membuat orang memberi perhatian lebih terhadap objek yang mereka lihat. Proses ini efektif ketika mengunjungi objek yang banyak dianggap membosankan seperti museum.

"Karena mereka mengambil gambar, mereka akan melihat lebih lama ke objek tersebut," kata Diehl.

Bahkan bukan hanya ketika berwisata, mengambil foto makanan sebelum menikmatinya, seperti yang banyak dilakukan para penggila Instagram, juga membuat proses makan menjadi lebih nikmat.

Jangankan langsung mengambil gambar objek yang dilihat. Memikirkan target objek gambar itu saja membuat orang merasa lebih menikmati perjalanan mereka
.

Akhir Mei, Pulau Weh Menyambut 30 Ribu Wisatawan

Written By Natla on Minggu, 15 Mei 2016 | 17.36

"Festival Sabang Fair yang ke-2 pada tahun 2015, sebanyak 20 ribu wisatawan berkunjung ke Sabang, dan tahun ini kita menargetkan sebanyak 30 wisatawan akan berkunjung ke Sabang," katanya di Sabang, seperti dikutip Antara, Sabtu (14/5).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang, Zulfi Purnawati menargetkan sedikitnya ada 30 ribu wisatawan akan berkunjung ke Pulau Weh pada even Festival "Sabang Fair" ke-3 pada akhir Mei 2016.

Menurutnya, angka tersebut tidak muluk-muluk, mengingat event festival yang berlangsung di arena Sabang Fair pada tanggal 21 hingga 25 Mei tahun 2016 bersamaan dengan acara Teknologi Tepat Guna (TTG).

"Jadi, dari kabupaten/kota saja ada 23 kontingen yang akan ikut Festival Sabang Fair, ditambah lagi kontingen TTG se-Aceh. Kami optimistis 30 ribu wisatawan akan berkunjung ke Sabang," ujarnya.

Zulfi juga mengatakan, Festival Sabang Fair tidak hanya mempromosikan pariwisata Sabang, tapi acara tersebut juga ikut mempromosikan semua potensi wisata yang dimiliki oleh kabupaten/kota se-Aceh.

"Para kontingen dapat memanfaatkan acara tahunan yang difasilitasi oleh Pemko Sabang untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata seantero Aceh," kata Zulfi.

Zulfi, yang juga Ketua Harian Pelaksanaan Festival "Sabang Fair", mengakui kontingen Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan para pengusaha di beberapa negara ASEAN juga sudah menyatakan diri ikut pada event tahunan tersebut.

Wajah dan Harapan Baru Museum Nasional Indonesia

Written By Natla on Kamis, 05 Mei 2016 | 03.13

Ada yang baru bila berkunjung ke Nasional Indonesia atau Museum Gajah. Menjelang usia tiga abad, museum utama Indonesia ini menuju era modern dioperasikannya gedung baru.

Hal ini terlihat dari terbukanya akses masyarakat masuk ke gedung B yang merupakan gedung baru Museum Nasional Indonesia (MNI) sehabis acara tari bersama secara massal atau flash mob tari pendet, Sabtu (23/4). Flash mob merupakan pembuka dari rangkaian perayaan 238 tahun MNI yang genap berulang tahun pada Minggu (24/4).

Gedung baru atau gedung B itu menjadi sasaran pengunjung dan peserta flash mob untuk beristirahat, beberapa ada yang penasaran dan menjajal menjelajah gedung empat lantai itu.

Suasana berbeda terasa ketika masuk gedung B yang mulai dibuka pada perayaan ulang tahun MNI tahun lalu itu. Unsur modern dan lebih informatif sangat terasa di gedung ini bila dibandingkan gedung lama, atau gedung A.

Museum Nasional memiliki beberapa gedung. Gedung A yang tepat berada di belakang patung Gajah adalah peninggalan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenscappen, lembaga pendidikan dan kebudayaan Hindia-Belanda. Gedung ini menjadi cikal bakal MNI.

Selama lebih dari dua abad gedung Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenscappen digunakan sebagai museum. Beberapa tahun terakhir, MNI mengembangkan diri dengan bantuan dana pemerintah sebesar Rp131 Miliar. Uang itu digunakan untuk beragam keperluan, termasuk perluasan wilayah dan pembangunan sebesar Rp98 Miliar.

MNI berencana menambah dua gedung baru, yaitu B dan C. Dua gedung ini akan berfungsi sebagai 'rumah' untuk 140 ribu artefak sejarah bangsa Indonesia dan pusat kegiatan pendidikan museum. Ini diperlukan karena gedung lama yang butuh renovasi akibat lapuk terkikis masa.

"Jadi nanti kami berencana akan membuka gedung baru yaitu gedung B. Gedung C dalam proses penyelesaian. Tahun ini rencananya Gedung A akan ditutup untuk renovasi dan perbaikan semua aspek," kata Intan Mardiana, kepala Museum Nasional Indonesia (MNI) saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Sabtu (23/4).

"Kami menargetkan satu juta pengunjung tahun ini, entah tercapai atau tidak yang penting usaha dahulu. Kami juga selain memperbaiki secara fisik, juga kami memperbaiki manajemen, lalu program." kata Intan.

Kini gedung B yang diresmikan tahun lalu telah seutuhnya siap menerima pengunjung. Gedung ini pun dilengkapi informasi dan diorama untuk memudahkan pengunjung mengenal benda sejarah lebih banyak.

Penataan di gedung B ini pun cukup lega dan layak bagi artefak yang telah berusia berabad-abad. Lupakan kenangan ketika bertandang ke MNI semasa di gedung A, gedung kuno dengan penuh barang kuno hingga hampir seperti toko antik.

Eskalator dan elevator memudahkan pengunjung untuk berpindah menjelajahi empat lantai gedung B dengan mudah. Ruangan yang lega pun menjadi sasaran anak-anak riang gembira menikmati koleksi museum dan pelajar untuk mengerjakan tugas tanpa menjadi ancaman bagi artefak karena terlindung dengan cukup baik.

"Senang sekali main ke museum, banyak yang bisa dilihat," kata Nikita dan Nayla kepada CNNIndonesia.com. Nikita dan Nayla adalah sepasang gadis tujuh tahun yang gembira berlarian di museum sembari melihat-lihat benda kuno.

"Saya baru pertama kali ke sini," kata Yuri, seorang wanita asal Kemayoran yang datang mengantar anaknya ikut flash mob tari pendet di pelataran museum. "Saya tahunya dari sosial media kalau ada flash mob, karena anak saya mau ikut jadi saya antar ke museum. Dan ternyata bagus ya museumnya, publikasinya di media sosial juga cukup kok." 

Yuri terlihat cukup kagum dengan keberadaan dan isi gedung baru ini. Dengan empat lantai yang punya tema berbeda-beda, gedung B memang menawarkan peluang menjelajah lebih mudah.

Lantai pertama diisi oleh tema manusia dan lingkungan, termasuk berbagai jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Pun dilengkapi dengan gambaran kehidupan secara riil, museum ini mencoba menegaskan pentingnya Indonesia sebagai salah satu pusat kehidupan manusia lampau.

Lantai kedua merekam kejayaan peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia di masa lalu. Terdapat beragam artefak yang menunjukkan intelegensi masyarakat Indonesia kuno, mulai dari prasasti sebagai bukti literasi kuno hingga senjata dan alat sehari-hari.

Naik ke lantai ketiga, pengunjung dapat mempelajari sistem kelembagaan sosial yang sudah ada di Indonesia sejak dahulu kala. Mulai dari urusan pertanian hingga maritim telah membuktikan bahwa Nusantara punya peradaban maju di eranya. Di lantai empat berisikan koleksi emas dan keramik, untuk mengakses lantai ini tidaklah sembarangan seperti mengakses tiga lantai lainnya.

"Terasa sih gedung barunya, ini baru yang pertama kali ke sini. Penataannya bagus dan artistik sekali. Saya sayangnya belum pernah ke gedung lama, tapi saya ingin sekali datang lagi apalagi sudah banyak acara yang diadakan," kata Siti Aisyah yang sedang asik melihat-lihat koleksi museum.

"Untuk publikasi sebenarnya sudah cukup dan sekarang kan eranya sosial media jadi orang cukup follow Museum Nasional sudah dapat semua informasi," kata Siti.

Pendapat tak jauh berbeda juga datang dari seorang warga asing asal Belgia B Hubert. Dia merasa mendapat kemudahan mengenal Indonesia lebih dalam dari penyajian informasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

"Kalau bisa ini dilengkapi wahana yang interaktif dengan pengunjung, karena beberapa orang senang menggunakan alat tersebut. Jadi orang lebih mudah dalam mempelajari sejarah dan yang tersaji di sini," kata Hubert.

Dengan kehadiran gedung baru dan rencana perbaikan yang digadang oleh manajemen MNI, menjadi sebuah harapan baru untuk semakin merangkul masyarakat Indonesia mengenal dan cinta akan budayanya sendiri. Bila tidak, maka akan semakin banyak budaya bangsa yang 'dicomot' oleh bangsa lain karena tak dikenal oleh pemiliknya sendiri. 

Di Purbalingga Ada Air Terjun Cantik Lho!

Written By Natla on Jumat, 08 April 2016 | 18.48

Curug Tempuran di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi wisata yang asyik. Cocok didatangi di liburan akhir pekan ini.

Curug Tempuran di Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu destinasi jalan jalan yang tidak boleh terlewati loh jika mampir ke Kota Perwira tersebut. Jaraknya dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota. Air terjun yang tepatnya berada di desaBumisari ini belum ada loket masuknya loh. Jadi pengunjung bisa masuk secara gratis untuk bermain air di Curug Tempuran ini.

Akses lokasinya yang mudah dicari karena ada petunjuk jalan yang memadai dan belum dikenakan biaya untuk tiket masuknya membuat pengunjung perlu menitipkan kendaraannya di rumah warga yang ada di lokasi. Jadi, pengunjung cukup membayar parker seikhlasnya karena warga juga tidak menetapkan biaya parker. Dari perumahan warga, pengunjung berjalan kaki sekitar 10-15 menit melewati perkebunan dan persawahan warga. Aliran air terjun Tempuran biasa dimanfaatkan warga untuk mencuci dan mandi di sungainya.

Air Terjun ini juga sudah cukup terkenal bagi traveler asli Purbalingga. Airnya yang sejuk dan adem membuat pengunjung tak mampu menahan hasrat untuk berenang disana. Tapi hati hati yaa jangan terlalu mendekat ke arah air terjunnya karena dalam. Menurut warga, ada juga yang memanfaatkan air terjun tersebut untuk memancing karena banyak ikannya. Selain itu ada juga pengunjung yang sengaja menaruh benih ikan di bawah air terjun tersebut. Entah apa maksud dan tujuannya.

Airnya yang sejuk dan batu batu yang asrialami mengelilingi indahnya air terjun Curug Tempuran tersebut. Di sisi kanan curug juga banyak mata air kecil yang mengalir membasahi dinding batunya.

Destinasi Wisata paling Menjanjikan Bernama Kota Cirebon

Written By Natla on Sabtu, 02 April 2016 | 19.21


Bukan dalam mimpi semalam Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat menginisiasi Festival Pesona Cirebon, sampai mengundang berbagai pihak menjajal kampung halaman Sunan Gunung Jati ini. Kota dengan empat keraton itu punya berbagai faktor unggulan selain budaya, kuliner yang khas, serta alam yang mumpuni, yang menjadikannya potensial sebagai destinasi wisata utama di Indonesia. 

"Dalam konteks pengembangan wilayah, Cirebon termasuk kota metropolitan di Jawa Barat selain Bogor dan Bandung. Belum lagi banyak keunikan, seperti dari peninggalan sejarah, ini baik kalau dikembangkan ke depannya," kata Ahmad Heriyawan, Gubernur Jawa Barat saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Optimalisasi Wisata Bahari Indonesia di kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon, Kamis (31/3).

Keraton Kasepuhan Cirebon bersama dengan Kementerian Pariwisata, mengadakan Festival Pesona Cirebon guna menarik wisatawan datang ke kota wali tersebut. Festival yang banyak berisi kegiatan budaya tersebut diselenggarakan menyebar di Cirebon mulai dari 31 Maret hingga 2 April mendatang. 

Senada dengan gubernur yang akrab disapa Aher itu, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat dan Kementerian Pariwisata meyakini bahwa Cirebon dapat menjadi salah satu destinasi menjanjikan bagi Jawa Barat serta nasional. Hal ini selain karena unsur budaya yang berbeda, terpisah dari Sunda dan Jawa, Cirebon pun sudah dianggap cukup memiliki infrastruktur yang mendukung wisatawan untuk datang berkunjung. 



Sejak diresmikannya jalan tol Cikopo-Palimanan, atau Cipali pada beberapa waktu lalu, akses ke Jakarta ke Cirebon yang bisa mencapai tujuh jam melalui jalur Pantura, kini lebih singkat menjadi empat jam. 

Kemudian pembangunan kereta api dengan rel ganda telah membuat perjalanan Cirebon dengan Jakarta, Bandung, dan Semarang, lebih cepat. Waktu tempuh dari Jakarta ke Cirebon dengan kereta api pun berlangsung hanya tiga jam. Tercatat, sekitar 200 perjalanan kereta api setiap harinya melewati Cirebon. 

Namun, yang paling menjanjikan dan dapat meningkatkan pariwisata Cirebon adalah pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat di Kertajati. 

"Bandara di Kertajati selesai pada 2018, ukurannya 1800 hektar sama seperti Soekarno-Hatta, dan akan jadi bandara daerah terbesar setelah Cengkareng. Kemudian akan dibangun aeropolitan yang juga akan mendukung industri pariwisata ramah lingkungan sebesar 3200 hektar," kata Aher. 

Pembangunan infrastruktur tidak berhenti di situ saja. Aher pun menjanjikan bahwa bersamaan dengan penyelesaian Bandara Kertajati, tengah dibangun jalan tol yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Kertajati yang sanggup memangkas waktu tempuh Bandung-Cirebon hanya 30 sampai 40 menit. 

Cirebon sendiri juga sudah memiliki beberapa infrastruktur seperti pelabuhan, yang diakui Sultan dikunjungi kapal pesiar dari Perancis, Inggris, dan negara lainnya untuk bersandar setiap tahunnya. Dari kapal pesiar ini, wisatawan asing datang dan menikmati wisata budaya di Cirebon. 

"Ya saya berpesan ke Cirebon untuk menjaga identitas sebagai kota wali ketika sudah jadi besar dan terhubung, jangan sampai menjadi kota sekuler, karena Cirebon adalah sumber religi terutama Islam di Jawa Barat,” kata Aher. 

Bidik Wisatawan Domestik

"Cirebon itu sempurna sebagai destinasi wisata," sebut Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kesempatan yang sama. 

Komentar Arief tersebut didasarkan dari peluang besar yang dimiliki oleh Cirebon sebagai sebuah destinasi wisata. Namun Arief menekankan pentingnya memahami kondisi pasar pariwisata serta strategi memasarkan, bukan hanya sekedar 'jualan paket wisata'. 

Arief dalam kesempatan tersebut menjadi pembicara dan menyampaikan serangkaian materi pemasaran pariwisata sekaligus menjabarkan kondisi pariwisata saat ini. Menurut Arief, Indonesia kaya akan wisatawan dalam negeri.

"Di Indonesia, pasar domestik sangat kuat yaitu sekitar 260 juta perjalanan," kata Arief. "Kalau domestik kuat, berarti tahan akan krisis.”

Arief mengatakan, meski domestik masih mendominasi pasar wisatawan Indonesia, namun dunia pariwisata Indonesia terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Jumlah perjalanan di Indonesia naik dua persen dibandingkan tahun lalu. 

Menteri Pariwisata juga mengatakan bahwa dua per tiga wisatawan di Jawa Barat lebih memilih berwisata di dalam provinsinya sendiri. Ini berbeda dibandingkan Jakarta, hanya 20 persen penduduknya yang bersedia berwisata di dalam Ibu Kota. 

"80 persen wisatawan dari Jakarta ini peluang emas bagi yang terdekat dari Jakarta, yaitu Banten dan Jawa Barat," katanya. 

"Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memasarkan Cirebon. Ini masalah bisnis, dan pebisnis melihat dari perspekif finansial,” tutur Arief.

Menpar menambahkan, yang perlu diperhatikan para pemangku kepentingan di daerah adalah memberikan ruang lebih bagi promosi pada media, endorsement, serta pemasaran pra-kegiatan. 

“Yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran dan citra dari destinasi wisata, ini juga yang diterapkan pada kampanye Wonderful Indonesia,” sebutnya.

Tahun ini kampanye Wonderful Indonesia sukses naik peringkat branding secara internasional oleh World Economic Forum, yaitu peringkat 47, jauh di atas Malaysia sebagai saingan pariwisata terdekat dari Indonesia, yang berada di posisi 96
.

Indonesia Makin Populer menjadi Pilihan Wisatawan Muslim

Written By Natla on Kamis, 24 Maret 2016 | 20.23


Indonesia tampaknya semakin naik pamor di kalangan wisatawan mancanegara. Dalam sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini terhadap wisatawan dunia, posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata untuk muslim mengalami kemajuan.

Survei bernama Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016 tersebut mencoba melacak posisi popularitas berbagai negara di pasar wisata muslim. Dan Indonesia tahun ini mengalami kenaikan peringkat dari posisi enam menjadi keempat.

Sebelumnya, pada 20 Oktober 2015, Lombok terpilih sebagai The World’s Best Halal Destination dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang World Halal Travel Awards 2015 di Dubai, Emirat Arab. Pada ajang itu, Indonesia membawa pulang penghargaan World’s Best Family Friendly Hotel untuk Sofyan Hotel Jakarta.

Adapun, survei yang melibatkan 130 destinasi wisata tersebut dinilai oleh para wisatawan dari berbagai dunia dalam beberapa kriteria, seperti kesesuaian destinasi liburan keluarga, tingkat layanan dan fasilitas, pilihan akomodasi, pemasaran, serta kedatangan pengunjung. Sebagai tambahan, tahun ini menyertakan kriteria baru yaitu ketersediaan akses layanan penerbangan dan persyaratan visa.



GMTI membagi dua kategori negara dalam survei ini, yaitu negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI, lalu negara non-OKI.

Dari hasil survei GMTI, negara muslim paling populer sebagai destinasi wisata masih dipegang oleh Malaysia dengan nilai sebesar 81,9. Menyusul Malaysia, ada Uni Emirat Arab, Turki, baru Indonesia dengan capaian 70,6 persen.

Setelah Indonesia, negara-negara Timur Tengah banyak menjadi destinasi favorit. Negara tersebut seperti Qatar, Arab Saudi, Oman, Morocco, Jordan, dan Bahrain. 

Sedangkan negara non-OKI yang menjadi favorit wisatawan muslim berlibur paling tinggi adalah Singapura dengan nilai 68,4 persen, kemudian Thailand, Inggris, Afrika Selatan, lalu Hong Kong. Kawasan Asia lainnya seperti Taiwan, Jepang, dan Sri Lanka menambah deretan negara Asia Non-OKi yang menjadi destinasi wisatawan muslim.

"Salah satu tren terbesar yang kami lihat adalah destinasi wisata non-OKI tengah berupaya untuk menarik wisatawan muslim dan kini mereka mewakili lebih dari 63 persen destinasi yang tercakup dalam GMTI," kata Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip sebagai pelaksana GMTI, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

"Sebagai contoh, Jepang dan Filipina telah mengambil langkah-langkah penting dalam beberapa bulan terakhir dalam rangka diversifikasi kedatangan para wisatawan luar negeri dan pada akhirnya akan membantu pertumbuhan ekonomi." lanujutnya.

GMTI mencatat pada 2015 jumlah total kedatangan wisatawan muslim mencapai 117 juta. Angka ini adalah 10 persen dari keseluruhan nilai ekonomi industri pariwisata. Capaian tersebut diperkirakan akan terus tumbuh menjadi 168 juta pada 2020 yang setara dengan 11 persen dan senilai US$200 juta.

Menurut catatan GMTI, kawasan Asia dan Eropa merupakan kawasan yang paling banyak menarik wisatawan muslim, yaitu sebesar 87 persen dari keseluruhan pangsa pasar perjalanan wisatawan muslim.

Berdasarkan laporan GMTI, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara untuk menjaring wisatawan muslim adalah adanya makanan halal, fasilitas salat, sanitasi dan fasilitas air yang memadai, kegiatan saat Ramadan, kegiatan yang halal, privasi pelayanan serta fasilitas rekreasi, dan kepekaan melihat kebutuhan iman wisatawan.

OKI sendiri terdiri dari 57 negara anggota yang berpusat administrasi di Jeddah, Arab Saudi. OKI didirikan pada 1969 sebagai respon awal insiden pembakaran Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Kini, OKI yang bertujuan menyatukan suara umat muslim di dunia dan menjaga dunia muslim demi kedamaian internasional tersebut diperkirakan mempunyai jumlah penduduk sebesar 1,6 miliar jiwa
.

Tips Liburan Akhir Pekan jika Tak ke Luar Kota

Written By Natla on Jumat, 18 Maret 2016 | 16.47

Akhir pekan sudah di depan mata. Liburan yang singkat ini bisa tetap seru walau dinikmati di dalam kota saja lho. Berikut 5 tipsnya.

Tanpa harus pergi ke tempat yang jauh dari rumah, banyak cara yang bisa dicoba supaya liburan weekend kamu tetap menyenangkan. Disusun detikTravel, Jumat (18/3/2016), berikut 5 tips asyik liburan akhir pekan walau tak ke luar kota:

1. Berkunjung ke objek wisata yang belum pernah kamu datangi

Setiap kota atau kabupaten punya objek wisatanya masing-masing. Biasanya tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi tak hanya satu, tapi ada banyak. Kalau masih ada tempat oke di kota kamu yang pernah disambangi, akhir pekan jadi saat yang tepat buat ke sana.

Misalnya saja kamu tinggal di Jakarta. Kamu sudah sering belanja atau sekadar nongkrong di mal, main ke Dufan serta Monas, tapi belum pernah berkunjung ke Balai Kota yang kini bisa dikunjungi warga. Nah, kamu bisa mencoba datang ke sana akhir pekan ini.

2. Main ke tempat anti mainstream

Kalau malas berkunjung ke tempat ramai turis, carilah informasi mengenai tempat wisata yang masih asri dan sepi. Kamu bisa mencari informasi di dunia maya atau bertanya dengan teman-teman.

Sekadar keliling kota naik motor juga asyik. Kamu bisa berbelok ke jalan-jalan kecil dan siapa tahu menemukan tempat keren yang belum mainstream. Misalnya saja danau, pantai atau mungkin air terjun.

3. Hunting foto

Mungkin kamu sudah sering hunting foto ketika jalan-jalan ke luar kota. Tapi bagaimana dengan daerah sekitar tempat tinggal? Bisa jadi banyak juga tempat oke buat foto-foto tapi belum pernah kamu datangi.

Ajaklah teman atau keluarga yang sama-sama hobi foto untuk hunting di sekitar daerah tempat tinggal. Berbekal kamera ponsel juga sudah menyenangkan buat memotret. Tapi kalau ingin hasil yang lebih bagus lagi, bawa saja perangkat kamera yang kamu punya.

Hasil foto-foto yang oke bisa diunggah ke Instagram dengan informasi tempat pengambilan foto. Siapa tahu teman di luar kota yang melihat foto tersebut jadi berencana liburan ke daerah kamu untuk hunting foto bersama-sama.

4. Wisata kuliner lokal

Saat liburan, banyak waktu luang untuk mencicipi berbagai kuliner daerah setempat. Kalau ada jajanan kaki lima atau menu restoran yang bikin penasaran tapi kamu belum sempat ke sana, mumpung weekend segera kunjungi tempat tersebut untuk mengobati rasa penasaran.

5. Bertemu teman lama

Walaupun masih sama-sama tinggal di satu kota, kesibukan pekerjaan terkadang membuat kamu sulit bertemu dengan sahabat lama. Misalnya saja sahabat sejak SMP yang sudah lama tak pernah ketemu, coba saja kamu hubungi dan ajak main bareng di akhir pekan.

Kamu dan sahabat bisa menghabiskan akhir pekan seru-seruan bareng di berbagai objek wisata. Biar makin asyik, sekalian saja wisata kuliner bareng menikmati aneka sajian khas yang siap menggoyang lidah.

5 Alasan Naik Kereta Lebih Menarik dari Naik Pesawat

Written By Natla on Jumat, 11 Maret 2016 | 15.51

Jakarta - Ada banyak pilihan transportasi untuk menuju tempat liburan. Berikut alasan kenapa naik kereta lebih menarik dari naik pesawat.

Meski durasinya lebih lama dibanding naik pesawat, namun banyak hal menarik yang bisa didapat jika traveling dengan kereta. Disusun detikTravel, Jumat (11/3/2016), inilah 5 alasan kenapa naik kereta lebih menyenangkan dibanding naik pesawat:

1. Pemandangan lebih indah

Memang naik pesawat bisa mendapat pemandangan awan dan sunset serta sunrise. Namun naik kereta pun tak kalah menarik. Apalagi rute-rute tertentu yang begitu cantik dipandang mata. 

Sawah yang hijau, hutan yang misterius, sungai yang indah. Serta ribuan pemandangan lain yang tak bisa didapat jika naik pesawat bisa kamu nikmati saat naik kereta. 

Tak sedikit dari penumpang kereta antar kota yang mengabadikan pemandangan sepanjang perjalanannya. Tentu, hasilnya begitu indah!

2. Perjalanan panjang bisa untuk me-time

Waktu yang lama tidak berarti membosankan. Karena di sepanjang perjalanan inilah kamu secara tidak langsung memiliki me-time atau waktu sendiri. 

Bawalah buku yang sudah lama ingin dibaca. Bawa pula pemutar musik dan dengarkan lagu yang kamu suka. Melewatkan waktu dengan melakukan hal yang mungkin sudah ingin kamu lakukan dari lama, namun belum sempat. 

3. Bertemu orang baru dan bisa berbincang lebih lama

Perjalanan kereta yang lama membuat kamu memiliki waktu lebih banyak untuk mencari teman baru. Jika senang mencari teman baru, jangan sungkan mengajak berkenalan dan berbincang. 

Berbeda dengan naik pesawat, kamu bisa punya waktu lebih banyak untuk berbincang. Misal lelah, tak apa tidur dahulu dan pembicaraan pun bisa dilanjutkan di jam-jam selanjutnya. Menyenangkan!

4. Lebih santai bisa sekaligus mencari ide

Kadang, traveling tak melulu mengenai destinasi, tapi juga mengenai perjalanannya. Jika kamu butuh waktu untuk mencari ide, maka naik kereta salah satu opsi terbaiknya. 

Duduk sendiri dekat jendela sambil menikmati pemandangan. Mencari ide tak pernah semenarik ini. Tak akan kehilangan banyak waktu. Karena sembari berpikir, kamu sedang menuju sebuah destinasi. 

Seperti sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui!

5. Harga lebih bersahabat

Yang terakhir adalah masalah harga. Jika naik pesawat memang bisa jauh menghemat waktu. Namun tidak selamanya menghemat uang. 

Nah dengan naik kereta, uang yang dikeluarkan untuk tiket pun bisa lebih sedikit dibanding saat naik pesawat. Uang yang dihemat pun bisa digunakan untuk lainnya. Asyik ya!

Pemandangan Indah & Curug Cantik Ini Ada di Pekalongan!

Written By Natla on Sabtu, 27 Februari 2016 | 17.03


Kenapa tidak coba liburan ke Pekalongan? Di sana ada pemandangan hijau yang cantik, pepohonan yang rimbun dan air terjun yang indah. Wah!

Beribu tempat wisata dapat kita kunjungi di Indonesia ini. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dari ujung Timur sampai Barat Indonesia memiliki sudut yang memukau.

Di benak saya dahulu, tempat wisata alam kebanyakan hanya terdapat di tempat terkenal seperti Medan, Bali, Lombok, Papua, dan lainnya.

Sampai satu hari, seseorang yang berarti mengajak saya traveling ke luar Jakarta, tepatnya sih di Pekalongan, tidak sampai keluar pulau. Dengan perjalanan roadtrip 6 jam sampai dengan selamat di Pekalongan, tak pakai pikir panjang, langsung mencari lokasi tujuan awal, Curug Bajing! Bermodalkan Googlemaps, sampai di lokasi dengan waktu tempuh 3,5 jam dari Pekalongan kota.

Selama 4,5 jam jalan yang ditelusuri justru membuat kami takjub dengan keindahannya. Jujur, saya sih sampai melongo saat kami mulai memasuki jalan berliku yang (mungkin) bisa dikatakan hutan tropis itu.

Saya pikir hutan tropis biasanya berada di pulau Kalimantan, Sumatera, atau bahkan Papua. Kalau mau lebih jujur lagi, sempat terkata "Kita lagi ada di film Jurassic Park yah?"

Yang kami rasakan saat itu, mulai dari deg-degan karena takut akan hewan buas, juga pohon-pohon raksasa dengan daun dan ranting yang besarnya kurang lebih sama seperti mobil yang sedang dikendarai. Sampai akhirnya setelah menelusuri 15-30 menit jalan itu, akhirnya kami menemukan tempat yang lebih elok dipandang mata.

Ada sawah dengan terasering yang jarang ditemukan di mana-mana dan pemandangan hutan yang makin dilihat ternyata makin memukau. Berfoto, istirahat sejenak,  bahkan turun mobil untuk melihat pemandangan sekeliling kami lakukan. Tidak ada kata lain selain Seru!

Itu baru perjalanannya. Sesampai di lokasi, karena perut keroncongan, akhirnya kami mengisi perut terlebih dahulu supaya kuat untuk melanjutkan perjalanan yang akan ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak begitu jauh kok. Paling hanya 10 menit untuk tiba di lokasi air terjun.

Curug Bajing, yang berlokasi di kecamatan dan pegunungan Petungkriono, sudah di depan mata. Buru-buru kami membuka sandal dan memijakkan kaki di bebatuan air terjun, dan langsung mengeluarkan kamera untuk berburu spot foto.

Semakin kami berburu, maka semakin naik kami ke arah air terjun. Air yang segar dan udara yang sangat sejuk membuat kami melek dan lupa akan lelah perjalanan Jakarta – Pekalongan semalaman.

Di sana ada pemandu wisata yang membantu menjelaskan mengenai Curug Bajing, dan pastinya bisa dimanfaatkan untuk sesi foto-foto. Untuk siapapun yang berniat ke Curug Bajing, kalian harus naik sampai ke atas dan mencoba main air di bebatuan tinggi, jangan lupa hati – hati ya.

Menghirup udara dalam-dalam dan merasakan serta mensyukuri benar keindahan alam nusantara yang sedang dinikmati, its amazing!

Akhir Pekan, Habiskan Malam di Alun-alun Kota Batu



Kota Batu memang punya sejuta pesona untuk dikunjungi wisatawan. Bahkan kawasan alun-alunnya juga asyik sebagai tempat bersantai di akhir pekan.

Kota Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Cuacanya yang sejuk juga menjadi faktor utama untuk wisatawan betah berlama-lama di sini.

Banyak tempat wisata juga di sana. Ada Batu Secret Zoo hingga Jawa Timur Park. Tak ketinggalan pula Batu Night Spectacular.

Kota ini pun memiliki alun-alun yang sangat nyaman. Kawasan Alun-alun Kota Batu ini juga ramai oleh wisatawan. Mereka memenuhi kawasan ini pada saat weekend terutama.

Banyak yang mengajak keluarganya untuk sekadar bersantai di Alun-alun Kota Batu. Mereka berasal dari berbagai daerah. Tak jarang juga ada yang berasal dari kawasan Jabodetabek.

Kota Batu itu bagaikan Bandung-nya Jawa Timur!

Ini Dia, Pantai-pantai Terbaik di Dunia?

Written By Natla on Kamis, 18 Februari 2016 | 05.35

Angin semilir, aroma laut, dan pasir putih pantai seolah bisa menjadi penawar stres dan kelelahan yang dihadapi. Di berbagai belahan dunia pasti punya pantai-pantai indah yang bisa dikunjungi. 

Namun dari pantai-pantai indah tersebut, manakah pantai yang paling indah di dunia? TripAdvisor sebuah situs sewa dan perencanaan liburan memberi peringkat kepada 343 pantai di dunia sebagai pantai terbaik di Asia dan juga di dunia. 

Penilaian pantai terbaik di dunia ini diberikan berdasar pilihan pengguna situs. Penilaian didasarkan pada kuantitas dan kualitas tinjauan serta peringkat yang diberikan pengguna selama satu tahun. 

"Untuk menikmati sinar matahari yang sempurna serta pasir pantai, Anda mungkin bisa mengunjungi pantai paling indah di Asia, atau di dunia," kata juru bicara TripAdvisor, Jean Ow-Yeong.  

Berikut 10 pantai terbaik di Asia:

1. Pantai Ngapali – Ngapali, Rakhine State, Myanmar
2. Pantai Nacpan – El Nido, Mimaropa, Filipina
3. Pantai Kata Noi – Karon, Phuket, Thailand
4. Pantai Agonda – Agonda, Goa, India 
5. Pantai Yapak (Puka Shell Bech) – Boracay, Visayas, Filipina
6. Pantai Nai Harn – Rawai, Phuket, Thailand 
7. Pantai Sunrise – Ko Lipe, Satun Province, Thailand 
8. Pantai Palolem – Canacona, Goa, India
9. Pantai Otres – Sihanoukville, Sihanoukville, Kamboja
10.Pantai Radhanagar – Havelock Island, Kepulauan Andaman dan Nicobar, India   

10 Pantai terbaik di dunia:

1. Grace Bay – Providenciales, Kepulauan Turks dan Caicos     
2. Baia do Sancho – Fernando de Noronha, Brasil
3. Playa Paraiso – Cayo Largo, Kuba
4. Anse Lazio – Praslin Island, Seychelles
5. Cayo de Agua – Los Roques National Park, Venezuela
6. Flamenco Beach – Culebra, Puerto Rico      
7. Playa de Ses Illetes – Formentera, Spanyol
8. Pantai Ngapali – Ngapali, Myanmar
9. Pantai West Bay – Bay Islands, Honduras
10. Pantai Nacpan – El Nido, Filipina

Sayangnya, dari semua peringkat tersebut, nama pantai-pantai di Bali atau pulau lainnya di Indonesia belum masuk dalam daftar. Padahal selama ini pantai-pantai di Bali banyak dikunjungi wisatawan baik asing atau lokal. 
 
Support : News Positif | Privacy | About Us
Copyright © 2011. News - Positif - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Blog Kami New Positif Published by
News Positif Harun