Faktor
risiko lain yang mungkin menyerang adalah gula darah tinggi, kolesterol
tinggi, lemak berlebihan di bagian perut, tekanan darah tinggi, dan
kelebihan jumlah lemak dalam darah. Semua kombinasi kondisi medis ini
dikenal juga sebagai sindrom metabolik.“Orang-orang yang tidur singkat harus menyadari adanya risiko sindrom metabolik yang menyebabkan mereka mengalami penyakit kronis yang mengancam nyawa,” kata penulis studi Jang Young Kim dari Universitas Yonsei di Korea Selatan, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Tim Kim mengikuti sekitar 2600 orang dewasa selama lebih dari dua tahun. Mereka menemukan bahwa peserta yang tidak mendapatkan setidaknya enam jam tidur malam, 41 persen kemungkinannya mengembangkan sindrom metabolik. Hal itu jika dibandingkan dengan orang yang mendapatkan enam sampai delapan jam tidur.
Karena perilaku gaya hidup, orang di zaman modern kerap mendapatkan waktu tidur yang sedikit. Sebuah studi baru di Korea menemukan, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam semalam lebih mungkin berisiko mengalami penyakit diabetes, jantung, dan stroke.
|
|
Tindak lanjut setelah 2,6 tahun, sektiar 560 orang dalam studi, atau sekitar 22 persen peserta, mengembangkan sindrom metabolik, berdasarkan laporan dari jurnal Sleep, seperti dikutip dari Reuters.
Durasi tidur yang pendek dikaitkan dengan sekitar 30 persen peningkatan risiko gula darah tinggi dan kelebihan lemak perut, serta 56 persen kemungkinan hipertensi.
Untuk menghindari efek buruk dari kurang tidur, pasien harus lebih memerhatikan lagi rutinitas sehari-hari mereka, dan memastikan mereka memiliki waktu istirahat yang cukup, kata Knutson. Beberapa hal seperti waktu bekerja, tugas sekolah, mengurus anak, mungkin tidak bisa dicegah. Namun, hal-hal lain seperti waktu terlalu banyak menonton televisi atau film bisa diganti dengan lebih banyak istirahat.
0 komentar:
Posting Komentar