Aksi ini dilakukan 3 orang, yaitu Andras Szijj dan Levente ButtyƔn dari CrySyS Lab, serta Zsolt Szalay dari Budapest University of Technology and Economics.
Gangguan yang dibuat seperti ini memang memungkinkan untuk dilakukan, tapi tidak terlalu mengancam seperti remote peretas yang sempat ada dan membuat mesin Jeep tidak berfungsi untuk kecepatan tinggi serta menonaktifkan sistem kunci dan pengereman.
Dalam The Register, Buttyan mengatakan bahwa perangkat lunak bisa digunakan sebagai platform untuk dihubungkan dengan mobil-mobil, seperti mobil buatan VW dan Audi.
Buttyan juga mengatakan "kecacatan ini tidak ada hubungannya dengan mobil VW, namun diakibatkan oleh perangkat lunak sebagai pihak ketiga. Penemuan perangkat lunak ini bukan menjadi keunikan utama, namun berbagai pesan yang mampu dikirimkan dari komputer kepada mobil dan mengutak-atik sistemnyalah yang menjadi suatu hal baru. "
Tim peneliti ini melakukan penelitian dengan mengganti FTDI DLL yang digunakan untuk berkomunikasi melalui kabel diagnostik menjadi sistem baru yang telah diutak-atik. Penggantian DDL ini adalah cara termudah untuk bisa terhubung dengan mobil.
"Setelah mematikan sistem kantong udara, kita bisa mengirimkan pesan melalui aplikasi bahwa sistem sebenarnya masih menyala."
Hal tersulit yang dihadapi adalah mengirimkan pesan melalui perangkat lunak pada mesin mobil dan protokol yang digunakan agar melakukan perintah yang bertentangan. Namun, mengutak-atik perangkat lunak bukanlah hal yang sulit bagi para peretas di luar sana.

0 komentar:
Posting Komentar