Kehadiran Blujek sebenarnya sudah ramai beberapa pekan lalu. Dengan mengambil nama depan “Blu” banyak yang pengguna yang berpikir ini adalah anak usaha baru perusahaan transportasi BlueBird. Tapi nyatanya tidak.
"Blu berasal dari kata blusukan, sementara Jek ya berarti ojek," kata Garrett Kartono, satu dari dua pendiri Blujek.
Blujek punya cara kerja yang mirip dengan aplikasi sejenis lainnya.
Pengguna melakukan order lewat aplikasi, kemudian order tersebut akan
ditangkap oleh salah satu pengemudi Blujek yang tersedia.
|
Pola penentuan tarif pun sama. Untuk 5 kilometer pertama pengguna akan dikenakan Rp 20 ribu, dan tiap kilometer berikutnya akan dihitung Rp 4 ribu.
Layanan yang ditawarkan Blujek pun tak ada bedanya dengan Gojek. Ada Blu-Rider sebagai jasa transportasi, Blu-Pick untuk jasa kurir, Blu-Shop untuk yang mau titip belanjaan dan Blu-Menu untuk mengantarkan makanan.
Meski layanan mereka, cara kerja, dan sistem order yang sama, Blujek enggan disebut jika mereka mengadopsi mentah-mentah ide Gojek.
“Kami hanya punya visi dan misi yang sama (dengan Gojek) yakni menyediakan alternatif transportasi untuk warga,” ujar Garrett, di restoran Three Monkey di kawasan Kebayoran Baru, Kamis (17/9).

0 komentar:
Posting Komentar