Secara ilmiah, perasaan cinta adalah sekumpulan reaksi kimia
yang terjadi pada manusia. Dilansir dari The Art of Charm, reaksi kimia
yang terjadi pada tubuh ini menyebabkan munculnya tindakan-tindakan
tertentu selama jatuh cinta.
Pada reaksi ini, otak memiliki peran yang paling penting karena
menyangkut bagaimana perasaan dan pandangan terhadap orang lain. Ketika
senang, maka dopamin akan muncul ke dalam otak. Dopamin ini juga
membantu meningkatkan jumlah testosteron yang diproduksi dalam tubuh.
Ketika wanita jatuh cinta, tubuh mereka memproduksi norepinephrine
dan phenylethylamine yang membantu munculnya perasaan senang yang
berlebih. Itulah mengapa wanita selalu cenderung untuk hanya peduli
terhadap orang yang disukai dan mengabaikan hal-hal lain ketika jatuh
cinta.
Zat terakhir yang muncul adalah oxytocin. Oxytocin biasanya
diproduksi ketika sedang bermesraan atau berhubungan seks. Wanita
memiliki kecenderungan untuk memproduksi lebih banyak zat ini dibanding
pria. Oxytocin membantu agar tubuh menjadi lebih nyaman dan hanya
diproduksi ketika berada dekat dengan orang yang dicintai. Itulah
mengapa terkadang kita sering merasa ingin bertemu terus dengan orang
yang disukai.
Gabungan reaksi yang disebabkan dopamin, testosteron, oxytocin,
norepinerhine dan phenylethylamine munculnya perasaan yang berbeda
ketika jatuh cinta. Gabungan reaksi tersebut membuat orang selalu
mengidamkan cinta dan merindukan orang yang dicintainya. Itulah mengapa
kadang orang merasa bahwa cinta bagaikan candu.
Kenali zat-zat kimia yang muncul dari tubuh ketika jatuh cinta
Written By Natla on Rabu, 30 September 2015 | 15.23
Label:
Berita Unik,
Keluarga
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar