Seperti yang disampaikan pembaca detikcom dan CNN Indonesia kutip, suara tersebut terdengar sekitar pukul 6 pagi sampai 7 pagi WIB. Dari informasi, suara tersebut bukan hanya sekali atau dua kali terdengar.
Di YouTube, bukti adanya suara seperti terompet dari langit Condet itu juga diunggah oleh Elvan Dany Sutrisno sejak 10 September 2015 kemarin. Video singkat hanya 19 detik tersebut ditampilkan suara yang memang samar-sama mirip yang pernah terjadi di Jerman, Australia hingga Amerika Serikat.
Sementara itu, masih dikutip Detikcom, menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin bisa jadi polusi udara atau suara lokal. Maksudnya suara yang timbul di daerah tertentu, bisa karena angin atau suara peralatan tertentu.
"Itu paling suara lokal kalau terdengar seperti suara terompet. Itu biasanya sumbernya dari sekitar situ yang tidak diketahui," kata Thomas saat berbincang dengan detikcom.
Suara tersebut pun terdengar di area lokal. Di daerah lain tidak terdengar.
"Artinya tergantung di daerahnya itu apakah suara dari perangkat tertentu, kalaupun angin tergantung dari interaksi dengan sesuatu di sekitar situ," katanya.
Thomas menuturkan suara seperti itu juga kerap terjadi di berbagai belahan dunia lain. Namun dia meyakini itu bukan disebabkan alam apalagi meteor seperti yang selama ini jadi kesimpulan banyak pakar.

0 komentar:
Posting Komentar