Para petinggi kafir barat, atau lebih tepatnya Musuh2 Allah, Tau dan Percaya bahwa "KHILAFAH ITU AKAN TEGAK KEMBALI"...
BAGAIMANA DENGAN KITA YANG DIJANJIKAN KEMENANGAN ITU...???!!!
1. Lord Curzon, Menteri Luar Negeri Inggris, 1924
Lord Curzon, who was the British Foreign Secretary back in 1924. After
the termination of Khilafat, the secretary expressed his views, in the
following words: "The point at issue is that Turkey has been destroyed
and shall never rise again, because we have destroyed her spiritual
power: the Caliphate and Islam."
Lord Curzon, Menteri Luar
Negeri Inggris pada tahun 1924, menyatakan pada tahun 1924, tahun
keruntuhan Khilafah dengan kata-kata berikut: "Inti permasalahannya
adalah bahwa Turki telah dihancurkan dan tidak akan bangkit kembali,
karena kita telah menghancurkan jantung kekuatan spiritualnya: Khilafah
dan Islam."
2. Majalah The Economist Edisi Tahun 1996
In the Economist Magazine issue of 1996, it was predicted, that in the
21st century, their will be two emerging economies, One will be that of
China , and the other will be Caliphate.
Majalah the Economist
edisi tahun 1996 meramalkan bahwa pada abad ke 21, akan ada dua kekuatan
ekonomi raksasa yang muncul. Yang pertama adalah China dan dan yang
satunya lagi adalah Kekhalifahan.
3. Henry Kissinger, Asisten
Presiden AS untuk urusan Keamanan Nasional 1969-1975, di bulan
November 2004 di Koran Hindustan Times.
He said: "…what we call
terrorism in the United States , but which is really the uprising of
radical Islam against the secular world, and against the democratic
world, on behalf of re-establishing a sort of Caliphate."
Dia
mengatakan: "…apa yang dinamakan terorisme di Amerika, tapi sebenarnya
adalah kebangkitan Islam radikal terhadap dunia secular, dan terhadap
dunia yang demokratis, atas nama pendirian kembali semacam
Kekhalifahan."
4. the National Intelligence Council (NIC), Desember 2004.
A report by of the CIA predicted that by 2020 a "New Caliphate" would
have been established. This 123-page report titled "Mapping the Global
Future" was aimed to prepare the next Bush administration for future
challenges, and was presented to US President, members of Congress,
cabinet members and key officials involved in policymaking.
Sebuah laporan dari CIA memprediksi bahwa menjelang tahun 2020 sebuah
"Kekhalifahan Baru" akan didirikan. Laporan setebal 123-halaman itu
bertajuk "Pemetaan Masa Depan Global" dimaksudkan untuk mempersiapkan
pemerintahan Bush untuk tantangan-tantangan masa depan, dan
dipresentasikan kepada Presiden Amerika, para anggota Konggres, Kabinet
dan para pejabat penting yang membuat keputusan.
5. Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke, 5 Oktober 2005
On 5th October, 2005, British Home Secretary, Charles Clarke delivered a
speech on Counter Terrorism at The Heritage Foundation (a
neoconservative think tank, Washington DC ), in which he stated: "What
drives these people on is ideas. And unlike the liberation movements of
the post World War II era in many parts of the world, these are not in
pursuit of political ideas like national independence from colonial
rule, or equality for all citizens without regard for race or creed, or
freedom of expression without totalitarian repression. Such ambitions
are, at least in principle, negotiable and in many cases have actually
been negotiated. However there can be no negotiation about the
re-creation of the Caliphate; \there can be no negotiation about the
imposition of Shariah law; there can be no negotiation about the
suppression of equality between the sexes; there can be no negotiation
about the ending of free speech. These values are fundamental to our
civilization and are simply not up for negotiation."
Pada
tanggal 5 Oktober 2005, Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke
menyampaikan pidato tentang Perang Melawan Terorisme di The Heritage
Foundation (sebuah pusat kajian neo konservatif di Washington DC ).
Dimana dia menyatakan:
"Apa yang mendorong orang-orang itu adalah
ide-ide. Dan berbeda dengan gerakan kebebasan di era pasca Perang Dunia
II di banyak belahan dunia, ide-ide itu bukanlah untuk menggapai ide-ide
politik seperti kemerdekaan nasional dari penjajahan, atau persamaan
bagi semua penduduk tanpa membedakan suku dan keyakinan, atau kebebasan
berekspresi tanpa tekanan totaliter. Ambisi-ambisi itu adalah, paling
tidak secara prinsip, bisa dirundingkan dan dalam banyak hal telah
dimusyawarahkan. Namun, tidak ada perundingan bagi pendirian kembali
Khilafah; tidak ada perundingan bagi penerapan Hukum Syariah; dan tidak
ada perundingan tentang penindasan atas persamaan antara laki-laki dan
perempuan; tidak ada perundingan untuk mengakhiri kebebasan berbicara.
Nilai-nilai itu adalah sangat fundamental bagi peradaban kami dan tidak
dimungkinkan adanya perundingan."
6. President George W. Bush, November 2005.
He stated that the militants were seeking to establish a "radical
Islamic empire." He further added: "The murderous ideology of the
Islamic radicals is the great challenge of our new century. Like the
ideology of communism, our new enemy teaches that innocent individuals
can be sacrificed to serve a political vision."
"The militants
believe that controlling one country will rally the Muslim masses,
enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and
establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia."
Dalam pidatonya di awal bulan November 2005 menyatakan bahwa kaum
militant sedang berusaha untuk mendirikan sebuah "kekaisaran Islam
radikal".
Dia lalu menambahkan bahwa: "Ide membunuh dari kaum
Islam radikal adalah tantangan yang besar di abad baru kita. Sama
seperti ideology komunisme, musuh kita yang baru ini mengajarkan bahwa
individu yang tidak berdosa bisa dikorbankan untuk bisa menjalani visi
politik."
"Kaum militan percaya bahwa mereka dapat menyatukan
kaum muslimin dengan cara menguasai Negara, sehingga dengan cara itu
mereka menumbangkan semua pemerintahan moderat di wilayah dan mendirikan
sebuah kekaisaran Islam yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia."
7. Jendral John Abizaid, Komandan Angkatan Bersenjata Amerika, 29 September 2005.
"Al Qaeda terrorists hope to drive American influence from the Middle
East and install a global Muslim leader in Saudi Arabia .....If al Qaeda
terrorists manage to take control of Saudi Arabia , they will try to
create and expand their influence in the region and establish a
caliphate."
Abizaid said al Qaeda would subsequently move on to
apply a "very narrow, strict interpretation of Shariah, Islamic law,
not believed in or practiced anywhere else in the world today....... The
next goal would be to expand into non-Arab Islamic countries. This
would include the middle of Africa, South Asia and Southeast Asia."
At another occasion, Gen. John Abizaid said: "We are fighting the most
despicable enemy ... who uses the 21st century-technology to spread
their vision of a 7th-century paradise (and) try to re-create what they
imagine was the pure and perfect Islamic government of the era of the
prophet Muhammad."
"Teroris Al-Qaeda berharap untuk
menghilangkan pengaruh Amerika dari Timur Tengah and mendirikan suatu
pemerintahan Muslim global di Saudi Arabia…Jika teroris Al-Qaeda
menguasai Saudi Arabia, mereka akan mencoba mendirikan dan memperluas
pengaruh mereka di wilayah itu dan mendirikan sebuah kekhalifahan."
Abizaid mengatakan bahwa Al-Qaeda pada akhirnya akan melanjutkan dengan
menerapkan sebuah "penafsiran Shariah, Hukum Islam, dengan pandangan
yang sempit dank eras, yang tidak dipercayai dan tidak dipraktekkan di
tempat manapun di dunia ini pada saat ini…Sasaran berikutnya adalah
memperluasnya ke Negara-negara Arab non-Islam. Ini akan termasuk bagian
tengah Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara."
Pada kesempatan
lain dia mengatakan: "Kita sedang memerangi musuh yang paling keji…yang
menggunakan teknologi di Abad 21 untuk menyebarkan visi mereka atas
surga abad ke-7 (dan) berusaha untuk mendirikan kembali apa yang mereka
angankan adalah pemerintahan Islam yang murni dan sempurna seperti zaman
Nabi Muhammad."
8. Gen. Richard Myers, Kepala Staf Gabungan, ketika berpidato di Pentagon.
"While addressing a Pentagon news conference, he stressed: "If the
Zarqawis of the world were allowed to be successful in Iraq in their
view, and that would be the start of the caliphate that they envision,
the stakes would be huge for the region,"
"Ketika berpidato di
Pentagon pada suatu konperensi pers, dia menekankan: "Jika kelompok
Zarqawi dunia dibiarkan untuk sukses di Irak, dalam pandangan mereka,
maka itu akan merupakan awal kekhalifahan yang mereka angankan, maka
taruhannya adalah sangat besar bagi seluruh wilayah itu."
9. PM Inggris, Tony Blair, pada pidato di depan Konperensi Partai Buru.
He stated: "What we are confronting here is an evil ideology.... ..They
demand the elimination of Israel; the withdrawal of all Westerners from
Muslim countries, irrespective of the wishes of people and government;
the establishment of effectively Taliban states and Shariah law in the
Arab world en route to one caliphate of all Muslim nations."
Dia menyatakan: "Apa yang sedang kita lawan adalah ideology
setan…Mereka menuntut penghancuran Israel; penarikan mundur semua orang
Barat dari Negara-negara Islam, dengan mengabaikan kemauan rakyat dan
pemerintahnya; pendirian Negara-negara semacam Taliban dan hukum Syariah
di dunia Arab dan berujung yang sama pada kekhalifahan untuk semua
Negara-negara Muslim."
Lalu bagaimanakah dengan ummat
Muslim sendiri, apakah mereka percaya dengan adaya Khilafah??padahal
pada merekalah dijanjikan kemenangan ini...!
Rasulullah saw.
bersabda, “Di tengah-tengah kalian terdapat masa kenabian yang
berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu
ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya.Kemudian akan ada masa
Kekhilafahan yang mengikuti yang mengikuti manhaj kenabian yang
berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu
selama Dia berkehendak mengangkatnya.Kemudian akan ada kekuasaan yang
zalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat
masa itu selama Dia berkehendak mengangkatnya.Kemudian akan ada
kekuasaan diktator yang menyengsarakan yang berlangsung selama Allah
menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu selama Dia berkehendak
mengangkatnya.Kemudian akan ada kekuasaan.Kemudian akan muncul kembali
Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian. Setelah itu beliau diam.”
(HR Ahmad).
Home »
Berita Islam
,
Berita Unik
» Musuh-Musuh Allah Percaya Khilafah Akan Tegak Kembali, Bagaimana Dengan Ummat Islam?
Musuh-Musuh Allah Percaya Khilafah Akan Tegak Kembali, Bagaimana Dengan Ummat Islam?
Written By Natla on Selasa, 28 Juli 2015 | 17.52
Label:
Berita Islam,
Berita Unik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar