Seiring pemakaian, mesin kendaraan akan menghasilkan kerak yang
menempel di ruang pembakaran. Kerak ini tak hanya mengurangi performa
kendaraan, tetapi berisiko merusak mesin.
Apabila kerusakan mulai
terasa, tak jarang pengendara langsung melakukan skir klep atau turun
setengah mesin. Padahal hal ini dapat dilakukan sendiri menggunakan
pembersih karbon (carbon cleaner).
Carbon cleaner sendiri
merupakan cairan yang mampu merontokkan kerak atau sisa karbon yang
menempel di ruang bakar mesin. "Fungsinya (carbon cleaner) itu untuk
bersihin, mancing kotoran agar tidak menyumbat mesin," jelas Kevin dari
Eaglemodified.
Meski begitu, Anda perlu berhati-hati dalam
menggunakan perangkat pembersih tersebut. Pasalnya, pembersih ini
bersifat cukup keras, sehingga berisiko mengikis komponen di dalam
mesin.
"Semprot tergantung kondisi mobil. Jangan banyak-banyak, sesuai dengan petunjuk penggunaan," jelasnya.
Untuk
menghindari kerusakan, ada baiknya Anda memilih produk carbon cleaner
yang terpercaya dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera.
Lantas
bagaimana penggunaan carbon cleaner yang benar? Hal pertama yang Anda
lakukan adalah membuka semua busi pada mesin. Kemudian semprotkan cairan
secukupnya dan tunggu beberapa saat. Hal ini ditujukan memberi waktu
agar cairan dapat bereaksi dengan kotoran.
Sedot kembali cairan di
dalam mesin, Anda akan mendapati carbon cleaner akan berubah warna
menjadi sedikit kehitaman. Setelah itu, nyalakan mesin untuk membuang
sisa cairan yang tertinggal.
Hati-hati pakai carbon cleaner untuk bersihkan mesin
Written By Natla on Selasa, 28 Juli 2015 | 02.03
Label:
Berita Unik,
Otomotif
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar