Komandan utama milisi Syiah “Hizbullah” pendukung rezim Basyar Asad,
Mustafa Badreddine (55), tewas dalam serangan di Suriah, kata kelompok
asal Lebonan itu, Jumat (13/5). Ini merupakan pukulan telak terhadap
milisi dukungan Iran itu setelah panglima militernya tewas pada 2008.
Mustafa Badreddine yang juga dikenal sebagai Mustafa Badr Al Din
tewas dalam ledakan besar yang menyerang salah satu basis militer
“Hizbullah” di dekat bandar udara Damaskus.
“Dia mengatakan beberapa bulan lalu, ‘Aku tidak akan kembali dari
Suriah, kecuali menjadi martir atau membawa bendera kemenangan’. Dia
adalah seorang komandan tinggi Mustafa Badreddine. Dan dia kembali hari
ini sebagai seorang martir,” kelompok gerakan Syiah itu menyatakan dalam
sebuah pernyataan yang dilakukan oleh channel TV Al-Manar miliknya.
Kematian Badreddine, saudara ipar komandan militer “Hizbullah”, Imad
Moughniyah yang sudah lebih dulu tewas, adalah kehilangan terbesar bagi
“Hizbullah” dan Iran di Suriah.
“Hizbullah” kehilangan sedikit-dikitnya empat tokoh utama sejak
Januari 2015, dimana sejumlah pejabat tinggi militer Iran juga
tewas. Kelompok itu tidak menyebutkan, kapan Badreddine tewas.
Pada pengumuman kematiannya, yang disiarkan oleh channel milik kelompok itu, stasiun televisi Al Manar,
“Hizbullah” mengutip pernyataan Badreddine bulan lalu, “Aku tidak akan
kembali dari Suriah, kecuali menjadi martir atau membawa bendera
kemenangan.” Karena itu, bagi milisi tersebut, Badreddine adalah seorang
martir.
Badreddine adalah salah satu dari lima anggota “Hizbullah” yang
didakwa oleh pengadilan khusus Lebanon yang didukung PBB pada 2005 atas
pembunuhan negawaran Rafik Al Hariri.
Departemen Keuangan AS juga mengungkap bahwa Badreddine-lah yang
memimpin serangan darat “Hizbullah” di Kota Al Qusayr pada 2013, sebagai
salah satu serangan terparah dalam peperangan di Suriah dekat
perbatasan Suriah-Lebanon. Pertempuran ini dimenangkan kelompok pejuang
oposisi Suriah.
Sekitar 1.300 milisi Syiah “Hizbullah” diperkirakan tewas dalam
konflik di Suriah, termasuk sejumlah dedengkotnya seperti Samir Qantar
dan Jihad Moughniyah, putra dari Imad Moughniyah, yang sudah mendahului
tewas tahun lalu.

0 komentar:
Posting Komentar