Di tempat pelelangan ikan, isi perut ikan umumnya baru dibuang sebelum
ikan dimasukkan dalam tempat penyimpanan bersuhu ekstra dingin.
Alasannya agar ikan lebih awet saat dikirimkan ke restoran dan
supermarket.
Namun, di bandar udara di Amerika Serikat, perut
ikan-ikan beku itu tidak sepenuhnya kosong. Alih-alih organ, perut ikan
justru berisi kokain.
Melansir Daily Meal, kasus tersebut adalah modus baru yang
melibatkan Triston Daniels dan Troy Gonsalves. Keduanya menjadi
tersangka penyelundup 20 kilogram kokain ke Brooklyn, New York.
Daniels
dan Gonsalves ditangkap dan didakwa di Pengadilan Federal Brooklyn.
Namun keduanya dibebaskan dengan jaminan seniai US$150 ribu atau Rp1,5
miliar.
Kasus ini bermula ketika Bea Cukai Amerika Serikat
menyita pengiriman kargo besar melalui udara. Kiriman tersebut berlabel
'ikan beku' asal Suriname dan tiba di Miami International Airport pada 4
Mei lalu.
Ketika diperiksa, dalam perut ikan beku tersebut ternyata tersimpan kokain senilai US$600 ribu atau setara hampir Rp8 miliar.
Kokain
pada ikan tersebut kemudian dipindahkan dan ikan beku itu dimasukkan
kembali ke kotak seperti semula. Kotak ikan kemudian dibawa ke tujuan
semula, sebuah tempat penyimpanan di Queens dengan pengawasan ketat.
Pada
Jumat pagi, Daniels dan Gonsalves muncul dan mengangkat kotak ikan beku
tersebut. Di saat itulah, kedua pria ini ditangkap oleh pihak berwajib.
Di pengadilan, Gonsalves mengaku Daniels mengatakan kepadanya bahwa pengiriman tersebut mengandung narkotika.
Pengimpor
ikan berkokain itu diidentifikasi berada di Queens, New York, dan
pernah terkait dengan pengiriman 82 kilogram kokain dari Guyana. Kokain
dari Guyana itu disita di Bandara Miami pada Februari lalu.

0 komentar:
Posting Komentar