Home » , » #TrenSosial: Menelusuri jejak percakapan anti-Syiah di dunia maya

#TrenSosial: Menelusuri jejak percakapan anti-Syiah di dunia maya

Written By Natla on Sabtu, 09 Januari 2016 | 00.47

Percakapan dunia maya terkait Syiah terus meningkat di Indonesia, termasuk konten kebencian. Sejumlah pengamat mengungkap kekhawatiran atas peningkatan sektarianisme, dan mendorong kelompok toleran semakin rajin berkampanye di media sosial.
Konten-konten kebencian itu ada di ujung jari Anda, ketika membuka Facebook, Twitter, atau melakukan pencarian di mesin Google. Syiah diasosiasikan sebagai paham sesat, bukan bagian dari Islam, dan kelompok yang ingin menghancurkan Mekah dan Madinah. Tuduhan-tuduhan yang berulang kali dibantah oleh kalangan Syiah sendiri.
"Ada konten-konten yang menyatakan Syiah ingin menguasai Indonesia. Ada video-video di Suriah yang menunjukan kekerasan dan dipersepsikan sebagai kekerasan Syiah terhadap Sunni, yang tidak sepenuhnya benar," kata Direktur Riset Maarif Institute, Ahmad Imam Mujadid Rais.
Peningkatan sentimen negatif terhadap Syiah di Indonesia tampak setidaknya dari penggunaan #antiSyiah di Twitter. Pada periode 2006-2011, penggunaan tagar itu sangat terbatas dengan jumlah belasan, dan pada 2012, jumlahnya tak sampai seratus.
Namun perbincangan #antiSyiah semakin meningkat pada 2013 hingga 2015. Konten penolakan terhadap Syiah cukup mendominasi percakapan, seiring dideklarasikan juga kelompok-kelompok gerakan anti-Syiah di sejumlah daerah.
"Syiah itu lebih bahaya dari pada musuh dalam selimut #antiSyiah," kata satu akun di Twitter. "Sesat, sesat," kata yang lain.
Tetapi, tagar ini juga digunakan untuk mempertanyakan dan menantang pendapat tersebut. "Majang bio #AntiSyiah #SyiahBukanIslam gak bikin situ lebih baik sebagai muslim. Mengaku Islam kok yang dikedepankan kebenciannya. Meh," kicau ‏@arman_dhani.

Berbahaya?

Pada 2015 (Januari sampai Oktober), BBC Indonesia mencatat penggunaan #antiSyiah sudah lebih dari 39.000 kali. Sementara kata 'Syiah' dikicaukan lebih dari 530.000 kali.
Situs Google Trends (yang mencatat kata kunci yang dimasukan pengguna dalam situs Google) menunjukan pencarian topik 'Syiah' di Indonesia juga meningkat signifikan dari 2007 sampai 2015, mengindikasikan rasa ingin tahu yang semakin besar.
Ini berbanding terbalik dengan pencarian kata "JIL" atau Jaringan Islam Liberal misalnya, yang menunjukan tren penurunan.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : News Positif | Privacy | About Us
Copyright © 2011. News - Positif - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Blog Kami New Positif Published by
News Positif Harun