Home » , » #TrenSosial: Kisah ojek 'pejuang' menjadi viral di Facebook

#TrenSosial: Kisah ojek 'pejuang' menjadi viral di Facebook

Written By Natla on Jumat, 15 Januari 2016 | 18.48

Sebuah cerita tentang seorang tukang ojek 'pejuang' yang mencari uang untuk kuliah menjadi viral di Facebook.
Farchan Noor Rachman, seorang bloger perjalanan dan pegawai kantor pajak, menuliskan pengalamannya bertemu dengan Abdurrahman, seorang pengendara ojek online dalam sebuah unggahan Facebook.
Dalam posting-an pada Jumat (08/01) lalu, dia bercerita sempat ingin membatalkan pesanan ojeknya karena menunggu terlalu lama. Namun, niat itu urung setelah mendengar suara Abdurrahman di ujung telepon yang "penuh tekad."
Dalam perjalanan, pria muda yang menjadi pengendara ojek itu bercerita bahwa dia menggunakan penghasilannya untuk membayar kuliah, kata Farchan. "Kiranya Abdurrahman adalah anak muda yang berjuang."
"Adik Abdurrahman sama pejuangnya dengan Abdurrahman, seorang mahasiswa di UNJ Rawamangun... namun saat tidak kuliah, ia menjadi tukang sampah."
Ini tampak seperti kisah perjuangan kelas bawah klasik yang bisa kita temui di sekitar, namun unggahan ini agaknya merebut perhatian banyak pengguna dan pada Selasa (12/01) telah dibagikan lebih dari 13.000 kali.
Image copyrightFACEBOOK
Image caption"Saya tak tahu masa depan mereka akan menjadi apa, tapi saya yakin Tuhan senang dengan orang-orang yang berjuang, orang-orang yang bekerja keras," kata Farchan.
Kisah hidup tukang ojek beberapa kali pernah menjadi viral di media sosial, salah satunya tentang tukang ojek pangkalan di Palmerah bernama Saleh yang tak mematok mahal jasanya di tengah persaingan ojek online.
Abdurrahman yang berusia 26 tahun kepada BBC Indonesia mengatakan senang ceritanya tersebar di Facebook dan teman-temannya banyak yang kemudian memberi semangat.
"Temen-temen saya pada bilang, Man elu masuk Facebook," ujar mahasiswa semester lima jurusan Ekonomi SDM.
Sehari-hari, katanya, dia kuliah pagi dan menjadi tukang ojek pada pukul tiga sore hingga tengah malam. Kedua orang tuanya juga bekerja. Ibu berdagang, sedangkan ayah beserta adiknya bekerja menjadi tukang sampah.
"Saya (bekerja) dari cleaning service, petugas parkir, sampai ojek, alhamdulillah saya (kuliah) biaya sendiri."
Pada akhirnya, ini adalah cerita tentang kerja keras, dan Farchan di akhir tulisannya berharap bisa bertemu pejuang-pejuang lain seperti Abdurrahman. "Dengan demikian saya bisa menunduk ketika Jakarta memaksa orang untuk mendongak."
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : News Positif | Privacy | About Us
Copyright © 2011. News - Positif - All Rights Reserved
Selamat Datang Di Blog Kami New Positif Published by
News Positif Harun