
Suara mandolin terdengar bersamaan dengan petikan gitar akustik. Tabuhan
jimbe yang terbuat dari kulit lembu menjadi pengiring dan penjaga tempo
yang rapi. Secara reflek anggota tubuh akan bergerak sesuai irama
ketika mendengar lagu bertajuk
Suzzanna Ratu Horor milik Orkes Bagong Februari (OBF).
Beranak dalam kubuuur, pernah!Jadi kuntilanaaak, pernah!Apalagi jadi sundel bolong, dia udah khatamPenggalan
lirik yang unik itu menjadi daya tarik tersendiri bagi grup musik yang
dihuni oleh enam personel ini. Meraka adalah Bagus Patria
(mandolin/vokal), Bentang Satriaji (gitalele), Yandi Yahya (gitar),
Muhamad Septriady (ukulele), Ibnu Dimas (jimbe/perkusi) dan Zulmy
Mochamad (bass).
Secara usia, pemuda berumur 20 sampai 22 tahun
itu terpaut jauh dari masa-masa rilis film horor Suzzanna. Tapi itu tak
jadi alasan bagi mereka untuk memuja aktris yang eksis di perfilman
Indonesia era 1960-an sampai 2000-an itu.
"Kami pikir saat ini
orang Indonesia banyak yang terlalu mengidolakan artis luar negeri.
Padahal di Indonesia ada legenda aktor horor yang sampai sekarang belum
tergantikan," kata Bagus saat dihubungi oleh
CNNIndonesia.com bersama personel OBF lain beberapa waktu lalu.
Bagus mengaku tidak sengaja membuat lagu ini. Kala itu OBF sedang
berkumpul untuk latihan. Latihan berakhir dengan nongkrong, merokok
sambil berselancar di dunia maya.
Secara tak sengaja pula,
mereka memutar adegan ikonik Suzzanna di situs YouTube. Bukannya merasa
takut, benak mereka malah berpikir bagaimana jika itu dijadikan lagu.
"Waktu
itu kami bilang, ‘Asyik nih kali bikin lagu tentang Suzanna.’ Terus
akhirnya kami buat dan rekaman bulan Juli lalu. Kami senang banget
karena ini lagu pertama yang kami rekam di studio," kata Bagus.
Makan bakpao sambiiil sirkus!Makan sate duaaa ratus!Makan soto di panci dia juga gerusInilaaah kisah horor Ratu SuzzannaGrup
musik yang terbentuk sejak 2014 itu tak sembarang menulis lirik
lagunya. Mereka melakukan riset dengan nonton bersama film-film horor
yang pernah dibintangi oleh Suzzanna. Mereka mencari adegan-adegan
ikonik yang paling diingat penonton di zamannya.
"Dengan lirik itu, orang kalau dengar lagu ini langsung inget film Suzzanna," kata Septriady.
Bagus
menambahkan, "Film horor mana yang ada adegan kayak gitu. Makan bakpao
sambil sirkus, makan sate dua ratus, Suzzanna udah paling horor dan
unik. Makanya kami mengidolakan, jadi kami itu katro [kuno, udik] tapi
modern."
Seram bukan speku… lasi!Takkan terelimi… nasi!Karena iniii film bukan akademi fantasiDi zamannya paliiing… seksi!Bodi mulus kayaaak… Merci!Aduhaaay seperti Mela BarbieInilaaah kisah horor Ratu Suzzanna
Yang mereka tuliskan pada lagu itu benar-benar menggambarkan sosok
seorang Suzzanna. Walau beberapa penggalan lirik terdengar unik, mereka
tak ada maksud untuk menghina Suzzanna.
Semua mereka lakukan
untuk melestarikan Suzzanna yang meninggal 15 Oktober 2008 lalu sebagai
bintang film horor yang sangat Indonesia.
"Lagu ini terdengar
komedi, isinya apresiasi. Kalau Suzzanna dengar lagu ini di atas sana
mudah-mudahan dia ketawa. Asal jangan hihihihihi," kata Bagus sambil
menirukan bunyi tertawa kuntilanak.
Perbincangan dengan OBF
semakin menarik ketika membicarakan tentang sosok Suzzanna di mata
mereka. Mereka mengaku menonton Suzzanna sejak kecil, kala masih duduk
di bangku sekolah dasar. Bukannya takut, mereka malah ketagihan.
Ibnu
menjelaskan saat kecil ia banyak menonton film horor. Tetapi film yang
dibintangi oleh Suzzanna selalu memiliki tempat spesial di hatinya.
"Suzzanna itu punya daya magis yang kuat, karena cantik juga kali ya,"
kata Ibnu sambil tertawa.
Grup musik itu tidak takut digentayangi
Suzzanna ketika rekaman atau tampil di atas panggung. Terhitung mereka
sudah tampil empat kali membawakan lagu tentang Suzzanna. Penonton yang
mendengar pun selalu berjoget sambil tertawa. Mereka suka dengan lirik
yang unik dan mudah dingat.
OBF menilai predikat Ratu Horor yang
disandang aktris bernama asli Suzzanna Martha Frederika van Osch itu
tidak akan pernah hilang. Bahkan hingga kini belum ada yang bisa
menggantikan posisi Suzzanna.
Predikat-predikat untuk Suzzanna
semacam itu, juga dimasukkan OBF dalam lirik lagunya. Dari situ mereka
ingin berpesan agar orang-orang tidak melupakan Suzzanna. Mengabadikan
Suzzanna dalam lagu juga untuk mengenalkan sang Ratu Horor kepada
generasi sekarang.
Suzzana! Ratu Hororku, Ratu KuntikuSuzzana! Ratu Hororku, Sundel Bolong FavoitkuSuzzana! Ratu Horoku, Ratu UlarkuSuzzana! Ratu Hororku, Nyi Blorong Favoooritkuuuuu yeah"Lirik-lirik itu kami ambil dari beberapa film. Pokoknya Suzzanna itu favorit kita," kata Bagus menegaskan.
Lagu
tentang Suzzanna sebenarnya belum dirilis OBF secara resmi. Mereka
masih merancang konsep yang tepat untuk merilisnya. Rencananya baru
pertengahan November itu dirilis.
Bagus mengaku, OBF sangat ingin
memperdengarkan lagu itu kepada keluarga Suzanna. Mereka ingin
mempelihatkan hasil karya sebagai bentuk apresiasi. Sayang, keterbatasan
jarak membuat mereka sulit mencari keluarga mendiang Suzzanna.
"Selama
ini belum hubungi keluarga Suzzanna. Mudah-mudahan dengan terbitnya
tulisan ini keluarganya bisa tahu juga," ujar Bagus sambil tertawa.